Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

SMAN 10 Kota Bogor Bangun Ekosistem Sekolah Sehat Melalui Panca Waluya

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 10:23 WIB
Sarapan sehat salah satu praktek dari program Panca Waluya di SMAN 10 Kota Bogor.
Sarapan sehat salah satu praktek dari program Panca Waluya di SMAN 10 Kota Bogor.

RADAR BOGOR – SMAN 10 Kota Bogor menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, berkarakter, dan berkelanjutan.

Melalui gerakan Panca Waluya, sekolah ini membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga pembiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 10 Bogor, Yuni Nursetianti, menjelaskan Panca Waluya merupakan simbol sekaligus semangat kolektif seluruh warga sekolah dalam menerapkan nilai-nilai hidup sehat, disiplin, dan berkarakter.

“Gapura Panca Waluya ini semangat bersama untuk membangun budaya sekolah yang sehat dan berdaya. Kami ingin anak-anak belajar bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yuni kepada Radar Bogor, Jumat 17 Oktober 2025.

Panca Waluya sendiri diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembiasaan seperti program zero emisi, zero waste, sarapan sehat, workshop pembelajaran, hingga kegiatan penguatan karakter di rumah.

Seluruh program tersebut dijalankan secara berkesinambungan sebagai bagian dari budaya sekolah.

Program zero emisi diterapkan dengan mendorong siswa dan guru mengurangi penggunaan kendaraan bermotor menuju sekolah, serta beralih ke transportasi ramah lingkungan atau berjalan kaki.

Sementara zero waste dilaksanakan melalui kebiasaan memilah sampah dan mengelola limbah menjadi produk daur ulang yang bernilai.

Salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi adalah sarapan sehat bersama yang rutin digelar setiap Jumat pagi.

Dalam kegiatan ini, seluruh siswa dan guru membawa bekal sehat dari rumah dan menikmati sarapan bersama di lingkungan sekolah.

“Kami ingin menanamkan kebiasaan mengawali hari dengan makanan bergizi agar siswa siap belajar dan beraktivitas dengan optimal,” tambah Yuni.

Bagi para siswa, gerakan Panca Waluya menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan kepedulian terhadap diri sendiri dan lingkungan.

Jannete, siswi kelas X, mengaku kini lebih terbiasa membawa bekal dari rumah dan menjaga kebersihan sekolah.

“Sekarang saya lebih sadar pentingnya makanan sehat dan tidak membeli makanan instan. Sekolah juga jadi terasa lebih bersih dan nyaman,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari para orang tua. Asep, salah satu wali siswa kelas X, mengapresiasi langkah sekolah yang dianggap mampu membentuk karakter anak sejak dini.

“Saya melihat anak saya mulai menerapkan kebiasaan sehat di rumah dan lebih peduli lingkungan. Program ini sangat positif karena menanamkan nilai-nilai yang berguna untuk masa depan mereka,” katanya.

Selain mendorong gaya hidup sehat, SMAN 10 Bogor juga aktif mengadakan workshop pembelajaran bagi guru guna memperkuat proses belajar yang kreatif dan kolaboratif.

Langkah ini sejalan dengan semangat pembelajaran mendalam yang digaungkan Kemendikdasmen agar siswa tumbuh menjadi individu yang berpikir kritis, berempati, dan memiliki karakter kuat.

Dengan hadirnya Gapura Panca Waluya, SMAN 10 Bogor menegaskan diri sebagai sekolah yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun budaya sehat, berdaya, dan berkarakter di lingkungan pendidikan.

“Gapura ini menjadi pengingat bagi kami semua bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal nilai, tapi juga tentang kebiasaan hidup yang baik,” tutup Yuni.(uma)

Editor : Alpin.
#Lingkungan sekolah #Panca Waluya #SMAN 10 Kota Bogor