Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kembangkan Potensi Komoditas Unggulan di Kawasan Transmigrasi PSEKSU, Tim Ekspedisi Patriot IPB University Gelar FGD

Yosep Awaludin • Senin, 20 Oktober 2025 | 11:19 WIB
Tim Ekspedisi Patriot IPB University saat mengadakan FGD di kawasan transmigrasi Trans Tembeling Jaya, Desa Lubuk Atung, PSEKSU.
Tim Ekspedisi Patriot IPB University saat mengadakan FGD di kawasan transmigrasi Trans Tembeling Jaya, Desa Lubuk Atung, PSEKSU.

RADAR BOGOR - Tim Ekspedisi Patriot IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Potensi Komoditas Unggulan di Kawasan Transmigrasi PSEKSU (Penjalang Suku Empayang Kikim dan Saling Ulu)” pada Selasa 7 Oktober 2025.

Kegiatan FGD oleh Tim Ekspedisi Patriot IPB University ini dilaksanakan di Rumah Kepala Desa Lubuk Atung, Kecamatan PSEKSU, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

FGD yang diadakan Tim Ekspedisi Patriot IPB University ini dihadiri Perwakilan Dinas Transmigrasi Kabupaten Lahat, PPL Kecamatan Kikim Selatan, Kepala Desa.

Dan Perwakilan warga transmigrasi yang berada di Kawasan Transmigrasi PSEKS (Kawasan Transmigrasi Desa Persiapan Trans Tembeling Jaya).

Kegiatan diawali dengan pemaparan hasil kunjungan lapang Tim Ekspedisi Patriot IPB University selama satu bulan di kawasan transmigrasi.

Dalam FGD ini juga dilakukan serangkaian sesi diskusi meliputi penetapan komoditas unggulan, analisis potensi dan hambatan, pembobotan prioritas melalui Analytical Hierarchy Process (AHP).

Serta pembahasan SWOT dan Business Model Canvas (BMC) untuk merumuskan kebutuhan masyarakat.

Dr Akhmad Arifin Hadi selaku ketua tim memaparkan kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi komoditas unggulan daerah dan merumuskan strategi pengembangannya secara partisipatif bersama masyarakat.

“Kami ingin agar hasil FGD ini menjadi wadah validasi dan konfirmasi terhadap temuan lapang, sehingga strategi pengembangan komoditas unggulan benar benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil diskusi ini akan menjadi dasar dalam menyusun rencana pengembangan potensi komoditas unggulan di kawasan transmigrasi PSEKSU (Trans tembeling Jaya).

Dalam forum tersebut, warga menyetujui hasil identifikasi sementara komoditas unggulan di kawasan transmigrasi yaitu kopi, sawit dan karet sekaligus menambahkan berbagai potensi dan kendala yang mereka hadapi di lapangan.

Perwakilan warga transmigrasi menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, mulai dari infrastruktur jalan yang rusak, keterbatasan akses listrik dan air, hingga kurangnya pendampingan teknis pertanian.

Perwakilan warga transmigrasi mengungkapkan bahwa warga mengalami kesulitan dalam mengeluarkan hasil perkebunan akibat jalan yang rusak.

“Kami berharap ada perhatian terhadap perbaikan jalan, karena akses yang sulit membuat kami kesulitan mengeluarkan hasil perkebunan” ujar Mulyadi.

Hal senada disampaikan Perwakilan warga trans (Bapak Supratikno) menyoroti kurangnya pendampingan dari penyuluh.

“Hampir semua tanaman di kawasan transmigrasi bisa tumbuh, hanya saja kami kurang pengetahuan dan jarang mendapatkan bimbingan dari penyuluh. Kami berharap ada pendampingan agar hasil pertanian kami bisa lebih baik,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas Transmigrasi Kabupaten Lahat, Dody Sanjaya, menjelaskan bahwa status Kawasan Transmigrasi Lubuk Atung kini telah menjadi binaan pemerintah daerah.

Ia menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan sudah beberapa kali dilakukan dan pemerintah daerah terus mendorong desa untuk mengajukan usulan perbaikan melalui proposal resmi.

“Kami sudah beberapa kali membantu pembangunan jalan di kawasan ini, dan untuk perbaikan lanjutan dapat diusulkan oleh desa sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Dinas juga mendorong pembentukan kelembagaan ekonomi seperti BUMDes dan kelompok tani aktif agar masyarakat dapat mengakses berbagai bantuan pemerintah.

Kepala BPP Kecamatan PSEKSU menyatakan bahwa pihak PPL siap memfasilitasi kebutuhan warga melalui kelompok tani yang terdaftar dalam sistem Simluhtan.

“Kami bersedia memfasilitasi warga dalam pengajuan bantuan bibit dan pupuk melalui kelompok tani yang aktif, rencananya tahun 2026 akan ada program pupuk subsidi bagi tanaman kopi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot IPB University berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi unggulan di kawasan transmigrasi Trans Tembeling Jaya, Desa Lubuk Atung, PSEKSU. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#ekspedisi #transmigrasi #ipb university