RADAR BOGOR – SMAN 2 Kota Bogor menggelar kegiatan Pagar Kekar (Pagelaran Kamotekaran) dan Poe Pasar Katuangan Khas Jawa Barat pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Gapura Panca Waluya, strategi pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membentuk karakter, kreativitas, dan kemandirian siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Kota Bogor, Irma Siska Priyanti, menjelaskan kegiatan tersebut mengimplementasikan Panca Waluya di Jawa Barat yang mencakup Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer untuk membentuk generasi unggul. Selain itu juga menjadi wadah menampilkan kreativitas ekstrakurikur.
“Kegiatan ini adalah bentuk penerapan program Gapura Panca Waluya yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa diberi ruang untuk mengekspresikan diri, menampilkan kreativitas, dan mengasah kemampuan di bidang masing-masing,” ujar Irma.
Nama Pagar Kekar sendiri merupakan akronim dari Pagelaran Kamotekaran, yang dalam bahasa Sunda berarti kelihayan atau kepiawaian. Sesuai maknanya, kegiatan ini menjadi ajang unjuk bakat bagi seluruh ekstrakurikuler di SMAN 2 Bogor.
“Sekolah kami memiliki 26 ekstrakurikuler, semuanya menampilkan kemampuan terbaiknya, mulai dari Pramuka, PKCM, Palasda, Marawis, tari tradisional, tari modern, hingga dance. Untuk bidang akademik seperti KIR, IPA, dan IPS mereka tampil dalam bentuk lomba cerdas cermat,” jelasnya.
Selain pagelaran seni dan akademik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Poe Pasar Katuangan Khas Jawa Barat, yang menjadi ajang market day bernuansa lokal. Setiap kelas mempresentasikan dan menjual makanan tradisional khas Sunda, seperti nasi tutug oncom, soto Bogor, cungkring, hingga surabi.
“Kami sengaja menggunakan istilah Sunda agar kegiatan ini selaras dengan semangat Gapura Panca Waluya, anak-anak belajar mengenal budaya dan kuliner tradisional sekaligus praktik kewirausahaan,” tambah Irma.
Seluruh siswa SMAN 2 Bogor yang berjumlah 1.083 orang turut berpartisipasi. Mereka terbagi dalam 28 rombongan belajar, terdiri atas 10 kelas tingkat X, 9 kelas tingkat XI, dan 9 kelas tingkat XII.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar berkreasi, tetapi juga berlatih memasarkan produk, membangun kepercayaan diri, serta berinteraksi positif dengan lingkungan sekitar,” kata Irma.
Tahun ini, pelaksanaan Gapura Panca Waluya di SMAN 2 Bogor mengusung tema LUMIGAR (Luhung elmu, diri nu masagi, jembar panalar), yang berarti berilmu tinggi, berkarakter baik, dan berwawasan luas.
“Harapannya, siswa SMAN 2 Bogor bisa tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan luas, sesuai nilai-nilai yang diusung dalam Gapura Panca Waluya,” pungkasnya. (uma)