RADAR BOGOR – SMP IT Insantama Bogor kembali akan menggelar Maca Expo yang kedelapan pada 7–8 November 2025 mendatang. Mengusung tema “Berliterasi untuk Bumi Lestari”, kegiatan tahunan ini menjadi ajang literasi yang menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP IT Insantama, Muhammad Iqbal Maulidi, menjelaskan tema tahun ini sejalan dengan isu nasional yang diangkat Kemendikdasmen, yakni literasi tentang perubahan iklim.
“Melalui literasi, kami ingin mengajak siswa memahami isu perubahan iklim dan mampu menyebarkan informasi yang benar tentang lingkungan, karena itu, salah satu kegiatan utama adalah talkshow bersama tiga pakar perubahan iklim dari Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB,” ujar Iqbal dalam audiensi bersama Radar Bogor, Rabu, 22 Oktober 2025.
Ia menuturkan, Maca Expo 8 akan diisi dengan berbagai agenda menarik seperti lomba literasi, wahana edukasi, pameran karya siswa, bazar, diorama dunia baca, perpustakaan keliling, hingga pojok baca SMP IT Insantama. Tahun ini juga hadir beberapa kegiatan baru, di antaranya Pojok Alumni, Anugerah Karya Literasi, dan Pojok Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Acara ini tidak hanya untuk siswa Insantama, tapi juga diikuti oleh sekolah-sekolah SD dan SMP dari luar. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak berhenti hanya pada membaca dan menulis, tetapi juga bergerak dalam aksi nyata menjaga bumi,” jelasnya.
Iqbal menambahkan, kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari itu diperkirakan dihadiri sekitar 1.200 peserta dari internal Insantama serta tamu undangan dari berbagai sekolah di Bogor.
Selain menjadi ajang edukasi, Maca Expo 8 juga menyediakan total hadiah “belasan juta rupiah” bagi para pemenang lomba.
“Lewat kegiatan ini, kami ingin membangun budaya literasi yang berdampak pada karakter generasi alfa, mereka adalah calon pemimpin masa depan yang kami harapkan bisa memakmurkan dan melestarikan bumi,” pungkas Iqbal.
Kegiatan Maca Expo sendiri telah menjadi agenda rutin tahunan SMP IT Insantama sejak 2017. Setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, tahun ini menjadi gelaran ke-8 dengan konsep yang semakin luas dan kolaboratif. (uma)
Editor : Eka Rahmawati