RADAR BOGOR - Remaja di Kota Bogor didorong untuk melek terhadap isu Bonus Demografi, langkah ini telah tertuang dalam program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Marse Hendra mengatakan SSK merupakan program nasional.
Program ini kemudian diturunkan hingga ke pemerintah daerah, di Kota Bogor sudah ada 20 sekolah yang mengikuti program SSK dan tersebar di SMP sampai SMA.
Setiap sekolah memiliki satu duta kependudukan, mereka berperan penting untuk menyebarkan hal-hal positif dan konselor terhadap teman sebayanya.
“Duta kependudukan ini menjadi penyebar virus positif, mereka kami latih agar bisa mengedukasi teman-temannya soal kesehatan reproduksi, bonus demografi, dan bahaya pernikahan dini,” ujar Marse.
Materi-materi kependudukan sendiri telah diintergrasikan ke dalam mata pelajaran yang ada, bahkan ini sudah memiliki kurikulum berbasis nasional.
“Kalau di SMA-nya itu sudah mulai dipelajari apasi kependudukan, apa sih bonus demografi apa sih kesahatan reproduksi dan bagaiamana pemebentukan keluarga yang berkualitas,” jelas Marse.
Ia menambahkan, pendekatan antar-teman dinilai lebih efektif dibandingkan penyuluhan dari guru atau orang dewasa, sebab, banyak remaja yang lebih terbuka ketika berbagi cerita dengan teman sebayanya.
“Dari sinilah kami dorong munculnya duta kependudukan di setiap sekolah, harapannya, mereka bisa menjadi contoh positif dan membantu mencegah perilaku berisiko seperti tawuran, minum alkohol, dan pernikahan dini,” katanya.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menilai langkah ini penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan bonus demografi dan menyebut, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali bisa memicu persaingan sumber daya manusia yang makin ketat.
“Program Keluarga Berencana (KB) tidak cukup hanya disosialisasikan di masyarakat, tapi juga harus melibatkan sekolah,” tegas Dedie.
Wali Kota Bogor berharap semakin banyak sekolah yang bergabung dalam program SSK, sehingga para pelajar dapat memahami pentingnya merencanakan masa depan dan membentuk keluarga yang berkualitas.
“Informasi dari teman sebaya biasanya lebih cepat diterima, melalui duta kependudukan, kita siapkan generasi muda Bogor yang sadar dan siap menghadapi tantangan kependudukan,” pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati