RADAR BOGOR — Tim SMA Islam HASMI Bogor resmi lolos ke babak final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dari total 14.000 proposal tingkat SMP/SMA yang didaftarkan, hanya 7.968 yang melanjutkan penelitian, lalu diseleksi kembali menjadi 150 tim finalis nasional. Termasuk SMA Islam HASMI Bogor.
Tahun ini Provinsi Jawa Barat diwakili oleh 17 tim dari total 150 tim, dan bagi SMA Islam HASMI, ini adalah capaian bersejarah karena untuk pertama kalinya santri sekolah ini menembus putaran final OPSI.
SMA Islam HASMI Bogor beranggotakan Zubair Alkwarismi (19) dan Mochamad Abdillah Wasom (17), di bawah bimbingan Daffa’ Rizal Dzulfaqaar Alauddin, S.Si., M.Si.
Mereka mengusung riset berjudul 'Detoksifikasi Semburan Lumpur Lapindo sebagai Bahan Baku Pupuk Organomineral Silika (SiO₂) Ramah Lingkungan Terkombinasi Pseudomonas sp. dan Trichoderma sp. guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman'.
Inti inovasinya adalah mengubah material yang identik dengan bencana menjadi sumber daya pertanian yang aman dan bernilai tambah melalui detoksifikasi, pemanfaatan silika, serta bioaktivasi dengan mikroba tanah bermanfaat.
Uji awal dilakukan di kebun sekolah menggunakan biji bayam sebagai tanaman indikator. Setelah dibandingkan dengan kontrol tanpa pupuk dan pupuk komersial seperti kompos, bayam pada perlakuan pupuk organomineral silika yang dibioaktivasi tampak lebih subur, berdaun lebih banyak dan hijau, serta memiliki tinggi tanaman lebih baik.
“Di uji tanam, bayam dengan pupuk kami terlihat lebih sehat dan pertumbuhannya lebih seragam dibanding kontrol serta kompos,” ujar Abdillah.
“Tujuan kami sederhana, mengubah sesuatu yang selama ini dianggap masalah seperti lumpur lapindo menjadi solusi pertanian yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Sebagai langkah hilirisasi, tim telah mengajukan permohonan Hak Paten Sederhana untuk formula pupuk organomineral silika yang dibioaktivasi.
“Kami sudah mengajukan Hak Paten Sederhana untuk formula pupuknya, saat ini statusnya dalam proses." kata Daffa.
Tahap final nasional akan diselenggarakan di Universitas Surabaya pada 10–16 November 2025 dengan agenda Pameran Poster, Presentasi, dan Wawancara di hadapan dewan juri.
Guru pembimbing, Daffa’ Rizal Dzulfaqaar Alauddin, kembali menegaskan komitmen tim pada standar keselamatan dan mutu sebelum penerapan luas.
“Kelolosan pertama di final OPSI ini adalah kebanggaan sekaligus amanah, tidak berhenti sampai sini saja kami akan terus berkomitmen meningkatkan mutu agar manfaatnya nyata dan aman di tingkat petani," ujarnya.
Pihak sekolah berharap dukungan berbagai pihak agar proses final berjalan lancar sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk penyempurnaan formulasi, validasi mutu, dan pendampingan petani kedepannya.
Di balik capaian ini para santri bekerja keras sejak perencanaan, pengujian hingga penyusunan laporan.
Mereka mengkaji literatur, menyusun rancangan percobaan, menyiapkan formulasi, lalu melalukan uji tanam di kebun sekolah.
Berakhir di sini bukan berarti selesai, justru ini awal perjalanan baru. Setelah menembus final OPSI 2025 dan mengajukan Hak Paten Sederhana atas formula pupuknya, Tim SMA Islam HASMI membawa optimisme yang dibangun dari hasil penelitian serta komitmen mereka. (***)