Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bantu Petani Lebih Siap Hadapi Iklim yang Tak Menentu, IPB University Pasang Stasiun Cuaca Pintar

Yosep Awaludin • Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:40 WIB
Tim TEP IPB University berfoto bersama usai pemasangan Stasiun Cuaca Otomatis berbasis Komunitas di Kawasan Transmigrasi Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Tim TEP IPB University berfoto bersama usai pemasangan Stasiun Cuaca Otomatis berbasis Komunitas di Kawasan Transmigrasi Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

RADAR BOGOR - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Pulau Morotai dari IPB University memasang Stasiun Cuaca Otomatis berbasis Komunitas atau Automatic Weather Station (AWS) di kawasan transmigrasi Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Ketua TEP Pulau Morotai, Dr Alfian Helmi, menjelaskan bahwa langkah ini menjadi bentuk nyata kontribusi IPB University dalam memperkuat sistem pertanian berbasis data.

Program IPB University ini juga merupakan bagian dari kegiatan pemetaan komoditas unggulan daerah di wilayah transmigrasi.

AWS Komunitas merupakan inovasi stasiun cuaca otomatis yang berbasis komunitas. Fungsinya adalah menyediakan data cuaca lokal yang akurat dan real-time untuk membantu petani mengambil keputusan di bidang pertanian.

Melalui data yang dikumpulkan, petani dapat menentukan waktu tanam, pemupukan, pengendalian hama, dan panen dengan lebih tepat.

Selain itu, sistem ini juga memberi peringatan dini terhadap potensi serangan penyakit dan hama tanaman.

“Dengan teknologi ini, petani bisa lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu dan menjaga produktivitas pertanian tetap stabil,” ujar Dr Helmi yang juga menjabat sebagai Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University.

Ia menambahkan, integrasi antara pemasangan AWS Komunitas dan pemetaan komoditas unggulan merupakan pendekatan ilmiah yang menggabungkan riset spasial, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin memastikan pengembangan pertanian di Morotai berbasis data dan berkelanjutan. AWS Komunitas ini akan menjadi sistem informasi agroklimat yang bisa langsung dimanfaatkan petani dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain memasang AWS Komunitas, tim IPB University juga melakukan penelitian mendalam tentang potensi sumber daya lokal di Morotai.

Kajian ini mencakup analisis rantai nilai, strategi hilirisasi, serta penyusunan peta jalan pengembangan pertanian daerah agar lebih berdaya saing.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif IPB University tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini sangat sejalan dengan kebutuhan masyarakat lokal.

“Kerja sama ini memberi arah baru bagi pembangunan pertanian Morotai. Data cuaca dan hasil kajian komoditas unggulan akan menjadi dasar kuat untuk menyusun kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Kegiatan di Morotai ini juga dihadiri oleh dua peneliti IPB University, Dr Idung Rusdiyanto dan Dr Akhmad Faqih, yang merupakan pengembang sistem AWS Komunitas.

Hadir pula perwakilan Dinas Transmigrasi, Kepala Desa Murodadi, serta para petani di kawasan permukiman transmigrasi.

Melalui kegiatan Ekspedisi Patriot, IPB University terus berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam memajukan pertanian cerdas, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendorong kemandirian wilayah di kawasan timur Indonesia.

“Ini adalah bukti nyata semangat Inspiring Innovation with Integrity — bahwa riset dan inovasi harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Dr Helmi. (Raul/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#stasiun cuaca #ipb university #maluku utara