Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dorong Penerapan Pembelajaran Mendalam, Yayasan Edukasi Bangsa Unggul Gelar Workshop Penguatan Kepemimpinan Sekolah

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:53 WIB
Kegiatan workshop peningkatan kompetensi yang digelar Yayasan Edukasi Bangsa Unggul.
Kegiatan workshop peningkatan kompetensi yang digelar Yayasan Edukasi Bangsa Unggul.

RADAR BOGOR – Yayasan Edukasi Bangsa Unggul (EBU) mengadakan workshop Peningkatan kompetensi Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30-31 Oktober 2025.

Ratusan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum (waka kurikulum) dari SMA dan SMK di wilayah Kabupaten/Kota Bogor serta Depok mengikuti workshop ini.

Workshop dilaksanakan secara hybrid. Hari pertama berlangsung luring di Hotel Bigland, Kota Bogor, sedangkan hari kedua dilakukan secara daring.

Para peserta yang hadir mendapatkan serangkaian materi untuk memperkuat kepemimpinan dan manajemen sekolah.

Pada hari pertama, fokus pembahasan mencakup kepemimpinan transformatif abad ke-21, pola pikir bertumbuh (growth mindset), serta kerangka kerja pembelajaran mendalam.

Peserta juga mendalami penyelarasan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan dengan konsep pembelajaran mendalam, termasuk prinsip dan asesmen belajarnya.

Hari kedua dilanjutkan dengan bimbingan teknis secara daring. Para peserta menyusun rencana implementasi inkuiri kolaboratif secara terstruktur dan menutup kegiatan dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) serta Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP).

Usai workshop, kepala sekolah diharapkan mampu mengimplementasikan strategi kepemimpinan yang berorientasi pada pembelajaran mendalam di satuan pendidikan masing-masing.

Ketua Yayasan Edukasi Bangsa Unggul (EBU), Rahmat Fadhli, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas pimpinan sekolah di Jawa Barat.

“Alhamdulillah kegiatan bimbingan teknis ini berjalan sukses, pesertanya hampir mencapai 300 orang. Animo dari kepala sekolah dan waka kurikulum luar biasa. Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di kabupaten lain,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, pembelajaran mendalam menjadi fokus utama karena relevan dengan konteks pendidikan masa kini.

Dia ingin setiap siswa, guru, dan kepala sekolah memahami karakteristik serta potensi dirinya masing-masing.

"Setiap orang punya potensi yang bisa dikembangkan, baik melalui pendekatan visual, auditori, maupun kinestetik. Dengan pembelajaran mendalam, potensi itu bisa ditingkatkan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta praktisi pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, menegaskan pentingnya transformasi dalam tata kelola pendidikan. Ia menilai sekolah harus menjadi pusat perubahan yang dimulai dari ruang kelas.

Baginya bila Indonesia ingin maju, maka harus mengubah tata kelola pendidikan. Sekolah-sekolah sebagai akar sistem pendidikan nasional harus melakukan transformasi layanan pembelajaran.

"Sekolahnya harus kuat, ekosistemnya kuat, dan kepala sekolahnya harus punya visi,” kata Purwanto.

Ia menekankan, kepala sekolah perlu memperkuat kompetensi guru agar mampu memberikan layanan pembelajaran dengan pendekatan deep learning. Salah satunya dengan melakukan perubahan yang dimulai dari kelas.

"Guru harus mampu mengelola kelas dengan baik dan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa dan lingkungan. Itulah esensi pembelajaran mendalam,” tambahnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bogor, Dedi Agus Suherman, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan bisa langsung diterapkan di sekolah.

“Materi yang didapat dapat diaplikasikan di satuan pendidikan masing-masing dan akan disosialisasikan kepada guru-guru di sekolah. Namun kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai di sini, perlu ada program lanjutan agar wawasan para kepala sekolah semakin luas,” ucapnya.

Dedy berharap kegiatan workshop serupa terus digelar untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat. “Pendidikan di Jawa Barat harus menjadi nomor satu di Indonesia,” pungkasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #workshop #kepala sekolah