Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kilas Balik: Greenhouse Pintar IPB University Kolaborasi Indonesia - Korea, Bukti Pertanian Kini Tak Lagi Sekadar Tanam dan Panen

Yosep Awaludin • Sabtu, 1 November 2025 | 10:00 WIB
Peresmian fasilitas riset baru berupa Smart Greenhouse dan Plant Factory di Kebun Percobaan Leuwikopo, Kampus IPB University Dramaga, Bogor.
Peresmian fasilitas riset baru berupa Smart Greenhouse dan Plant Factory di Kebun Percobaan Leuwikopo, Kampus IPB University Dramaga, Bogor.

RADAR BOGOR - IPB University terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pertanian berbasis teknologi.

Pada 17 Oktober 2024 lalu, IPB University ini meresmikan fasilitas riset baru berupa Smart Greenhouse dan Plant Factory di Kebun Percobaan Leuwikopo, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Fasilitas canggih ini merupakan hasil kerja sama antara IPB University dengan berbagai institusi terkemuka dari Korea Selatan melalui program Korea Smart Farm R&D Foundation (KosFarm) dan Korea Institute of Planning and Evaluation for Technology in Food, Agriculture, and Forestry (IPET).

Rektor IPB University, Prof Arif Satria, mengatakan fasilitas ini menjadi langkah penting dalam memperkuat riset pertanian cerdas di Indonesia.

“Harapannya, riset berkelanjutan di Smart Greenhouse dan Plant Factory ini bisa memperkuat ketahanan pangan di masa depan,” ujarnya.

Proyek ini mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah Korea Selatan melalui tiga kementerian.

Yakni Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan (MAFRA), Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (MSIT), serta Kementerian Administrasi Pembangunan Pedesaan (RDA).

Beberapa lembaga dan perusahaan Korea juga turut terlibat dalam proyek ini, seperti Sherpa Space Co Ltd, Mokpo National University, Greenplus, hingga Korean Institute of Machinery and Materials (KIMM). Kolaborasi ini menandai sinergi kuat antara inovator pertanian dari dua negara.

Presiden Sherpa Space Inc, Choa Mun Yun, menyebut pertanian dunia kini sedang bergerak cepat ke arah smart farming. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar karena pertumbuhan ekonomi yang pesat.

“Kerja sama dengan IPB University membuka peluang besar untuk mempercepat penerapan teknologi pertanian cerdas,” ujarnya.

Penanggung jawab proyek, Dr Slamet Widodo, menjelaskan bahwa pengembangan Smart Greenhouse dan Plant Factory ini sudah dimulai sejak 2021.

Fasilitas ini memungkinkan pengelolaan tanaman secara efisien, optimal, dan ramah lingkungan.

Ia menambahkan, teknologi yang digunakan menjadikan fasilitas ini salah satu sistem Controlled Environment Agriculture (CEA) paling canggih di Indonesia.

Dengan kontrol suhu, kelembapan, dan pencahayaan yang presisi, tanaman bisa tumbuh lebih cepat dan sehat.

Pada fasilitas Plant Factory, digunakan teknologi pencahayaan pintar bernama Sherpa Ray yang bisa menyesuaikan spektrum cahaya sesuai kebutuhan tanaman.

Teknologi ini menghemat energi hingga 55 persen dibandingkan lampu konvensional, sekaligus meningkatkan hasil panen.

Selain itu, sistem fertigasi otomatis diterapkan untuk memberikan air dan nutrisi tanaman secara real-time.

Teknologi ini menghemat air dan menjaga asupan nutrisi tetap seimbang di setiap fase pertumbuhan.

Rencananya, tanaman yang dibudidayakan di fasilitas ini termasuk stroberi Korea yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sementara itu, Smart Greenhouse dilengkapi sistem pengaturan suhu dan kelembapan otomatis, dilengkapi screen penyaring cahaya, ventilasi atap, dan sistem pendingin berbasis chiller.

Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi fotosintesis tanaman hingga 30 persen dibandingkan rumah kaca biasa.

Greenhouse ini juga ramah lingkungan karena menggunakan energi dari solar panel untuk memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan listriknya.

Selain itu, gas CO₂ dari sistem pendingin dimanfaatkan kembali untuk mempercepat fotosintesis tanaman.

Fasilitas ini diharapkan tak hanya menjadi pusat riset dan pelatihan pertanian modern, tetapi juga sarana agro-edutourism bagi pelajar dan masyarakat.

“Kami mengundang mitra industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset untuk bersama memanfaatkan fasilitas ini dalam pendidikan dan penelitian,” kata Dekan Fateta IPB University, Prof Slamet Budijanto. (Raul/BSI)

Editor : Yosep Awaludin
#greenhouse #fasilitas #ipb university