RADAR BOGOR – Di tengah banyaknya sisa makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), SMAN 10 Kota Bogor menemukan cara kreatif untuk mengelolanya.
Melalui bimbingan guru, para siswa SMAN 10 memanfaatkan limbah buah menjadi eco enzim, cairan serbaguna hasil fermentasi bahan organik yang ramah lingkungan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 10 Kota Bogor, Wawa Warno menjelaskan ide ini berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya sisa buah seperti pisang dan jeruk yang terbuang setiap hari.
“Sayang kalau dibuang begitu saja, padahal sisa buah ini bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya, Senin 3 November 2025.
Guru Bahasa Sunda ini kemudian menggagas pembuatan eco enzim dengan melibatkan para siswa.
Prosesnya sederhana, yakni mencampurkan sisa buah, gula, dan air untuk difermentasi selama tiga bulan.
Cairan hasil fermentasi itu bisa digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga pengusir serangga.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program Zero Waste School yang digagas Kepala SMAN 10 Kota Bogor, Enung Nuripah, sebagai bentuk pendidikan karakter peduli lingkungan.
"Kami menindaklanjuti arahan Ibu Kepala Sekolah agar pengelolaan sampah di sekolah tidak sekadar bersih-bersih, tapi juga menjadi pembelajaran karakter dan tanggung jawab sosial bagi peserta didik,” kata Wawa.
Salah satu siswa kelas XII, Rubayyi, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Dia mengaku awalnya berpikir hal ini cuma buang-buang waktu, tapi ternyata seru dan bermanfaat.
"Kami jadi tahu kalau limbah buah bisa jadi pembersih alami yang ramah lingkungan,” ujarnya antusias.
Sementara itu, Kepala SMAN 10 Kota Bogor, Enung Nuripah, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi guru dan siswa dalam program tersebut.
Sebab mampu menerapkan program untuk mengolah sampah MBG menjadi sesuatu yang bermanfaat. "Tujuannya agar lingkungan sekolah tetap bersih dan siswa terbiasa berpikir solutif,” ujarnya.
Selain limbah organik, sekolah juga mulai memilah sampah plastik dan mengedukasi siswa untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.
Upaya ini sekaligus mendukung gerakan Sekolah Adiwiyata serta implementasi Gapura Pancawaluya dalam aspek peduli lingkungan.
"Dengan semangat gotong royong, SMAN 10 Kota Bogor membuktikan perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil — dari sisa buah menjadi berkah bagi bumi dan sesama," tutupnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin