Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Agrianita IPB University Gelar Webinar Nasional, Ajak Masyarakat Stop Boros Pangan

Muhammad Ali • Rabu, 5 November 2025 | 23:01 WIB
Agrianita IPB University menyelenggarakan Webinar Nasional bertema Stop Boros Pangan pada Rabu, 5 November 2025 yang juga turut dihadiri Rektor IPB Prof Arif Satria. 
Agrianita IPB University menyelenggarakan Webinar Nasional bertema Stop Boros Pangan pada Rabu, 5 November 2025 yang juga turut dihadiri Rektor IPB Prof Arif Satria. 

RADAR BOGOR – Dalam momentum Hari Pangan Sedunia, Agrianita IPB University menyelenggarakan Webinar Nasional bertema “Stop Boros Pangan” yang diikuti lebih dari 700 peserta secara daring.

Kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk mengajak masyarakat, terutama para ibu, agar lebih cermat dan bertanggung jawab dalam mengelola konsumsi pangan serta meminimalkan makanan yang terbuang.

Ketua Agrianita IPB University, Retna Widayawati, menilai isu food loss dan food waste harus menjadi perhatian serius bersama. Ia menekankan bahwa gerakan hemat pangan tidak cukup hanya menjadi wacana, melainkan perlu diwujudkan dalam tindakan konkret. Salah satunya melalui kolaborasi antara Agrianita, Foodbank of Indonesia (FoI), dan Food Bank IPB.

“Ibu-ibu memiliki peran penting dalam mengurangi pemborosan pangan. Mulai dari merencanakan belanja, mengolah, hingga menyajikan makanan secara efisien agar tidak ada pangan yang terbuang,” ujar Retna, Rabu, 5 November 2025.

Pada kesempatan tersebut, Rektor IPB University Prof. Arif Satria, menambahkan bahwa pemborosan pangan merupakan masalah global yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Kita semua punya peran penting untuk menyelamatkan sepertiga pangan dunia yang terbuang, menghemat pangan berarti ikut menekan perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sumber daya,” katanya.

Senada dengan itu, Pakar Gizi IPB University, Prof. Drajat Martianto, menyebutkan bahwa fenomena pangan terbuang menjadi ironi di tengah masih adanya masalah gizi dan stunting di Indonesia.

“Kerugian akibat pangan terbuang mencapai Rp231–551 triliun per tahun atau 4–5 persen dari PDB nasional, gizi yang terbuang sebenarnya bisa menyelamatkan banyak orang,” jelasnya.

Pendiri Foodbank of Indonesia, Hendro Utomo, turut mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali konsep lumbung pangan desa sebagai kearifan lokal yang memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Foodbank membangun akses pangan yang adil dan memperkuat gotong royong masyarakat,” ujarnya.

Sebagai penutup, pendiri Jimmy Hantu Foundation, Sujimin, menegaskan bahwa persoalan boros pangan tidak hanya berkaitan dengan sisa makanan, tetapi juga menyangkut perilaku dan kesadaran masyarakat.

“Kita harus belajar menghormati makanan dan memahami nilai gizinya. Stop boros pangan dimulai dari perubahan sikap,” pesannya.

Melalui webinar ini, Agrianita IPB University berharap gerakan hemat pangan dapat menjadi budaya baru di masyarakat, dimulai dari rumah tangga hingga lembaga pendidikan, demi mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#ipb #Agrianita