Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Tunjangan Profesi Guru TW 3, Honorer Bakal Dapat Rp2,1 Juta, Cek Nama Anda di Info GTK Sekarang

Khairunnisa RB • Kamis, 6 November 2025 | 17:05 WIB
ilustrasi uang Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk guru honorer.
ilustrasi uang Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk guru honorer.

RADAR BOGOR – Kabar menggembirakan datang bagi para tenaga pendidik non-ASN atau honorer di seluruh Indonesia, terkait dengan bantuan tapi bukan tunjangan profesi guru.

Jika ramai soal tunjangan profesi guru yang cair akhir tahun ini, tapi ada dana bantuan khusus honorer dari program lain.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk guru honorer dan pendidik PAUD nonformal pada bulan November 2025, yang tidak termasuk dalam tunjangan profesi guru.

Bantuan ini disalurkan langsung ke rekening penerima yang sudah disiapkan oleh pemerintah bekerja sama dengan sejumlah bank nasional.

Program ini menjadi bentuk apresiasi nyata terhadap dedikasi para guru honorer yang selama ini mengajar tanpa jaminan kesejahteraan yang memadai.

Berdasarkan data resmi, lebih dari 341.000 guru honorer dan pendidik PAUD akan menerima dana bantuan dengan nominal berbeda sesuai kategori.

Dilansir dari kanal YouTube Zona Guru, Guru honorer berhak atas Rp2,1 juta per tahun, sementara pendidik PAUD nonformal menerima Rp2 juta per tahun.

Selain kabar pencairan dana bantuan, publik juga dihebohkan dengan munculnya salah satu penerima yang mendapatkan bonus pulsa Rp100.000 untuk bulan November 2025.

Kabar ini sontak viral karena menjadi pertanda bahwa proses pencairan bantuan sudah mulai berjalan secara bertahap.

Beberapa penerima dilaporkan sudah menerima notifikasi kode bantuan di halaman Info GTK, portal resmi Kementerian Pendidikan yang menjadi pusat informasi tenaga pendidik.

Bagi guru yang ingin memastikan status penerimaan bantuan, langkah pertama adalah login ke situs Info GTK menggunakan akun masing-masing.

Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Narogong Cileungsi Bogor Libatkan Truk dan Motor, Satu Orang Meninggal

Di dalamnya, penerima akan menemukan informasi rekening bantuan, nama bank penyalur, serta kode unik penerimaan dana.

Kode tersebut menjadi tanda bahwa guru yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima resmi BSU 2025.

Apabila kode belum muncul, guru disarankan untuk secara berkala memeriksa laman Info GTK karena data penerima diperbarui secara bertahap berdasarkan hasil verifikasi pemerintah.

Pemerintah memberikan batas waktu hingga 30 Januari 2026 bagi penerima untuk mengaktivasi rekening bantuan.

Aktivasi ini wajib dilakukan agar dana bisa ditarik dan tidak dikembalikan ke kas negara.

Langkah aktivasi dilakukan dengan cara berikut:

1. Login ke laman Info GTK untuk melihat informasi rekening bantuan.

2. Catat nama bank penyalur dan nomor rekening yang telah dibuatkan pemerintah.

3. Datangi bank yang tercantum dengan membawa dokumen berikut:

* KTP dan NPWP

* SK aktif mengajar

* Surat keterangan dari kepala sekolah

* Surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) yang bisa diunduh dari Info GTK

4. Setelah verifikasi selesai, pihak bank akan mencetak buku tabungan dan ATM

5. Dana bantuan tahap pertama sebesar Rp600.000 akan langsung masuk ke rekening dalam waktu beberapa hari kerja.

Bagi guru yang tidak melakukan aktivasi hingga tenggat waktu, hak atas bantuan dinyatakan gugur dan dana dikembalikan ke kas negara.

Karena itu, pemerintah mengimbau agar para guru segera melakukan verifikasi dan aktivasi tanpa menunggu batas akhir.

Untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan bantuan diterima oleh pihak yang benar-benar berhak, pemerintah menerapkan pemadanan data lintas lembaga.

Proses verifikasi dilakukan melalui Dapodik (Data Pokok Pendidikan), BPJS Ketenagakerjaan, dan Kementerian Sosial.

Langkah ini memastikan bahwa penerima BSU tidak tumpang tindih dengan program bantuan lain seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Langsung Tunai (BLT), maupun bantuan sosial non-pendidikan lainnya.

Kabar pencairan BSU 2025 ini disambut antusias oleh guru-guru di berbagai daerah.

Banyak yang menilai bahwa bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi menjelang akhir tahun, terutama bagi mereka yang belum memiliki penghasilan tetap.

Selain itu, komunitas guru di berbagai platform sosial media juga mulai berbagi pengalaman terkait proses aktivasi rekening dan pencairan dana.

Banyak yang berharap agar penyaluran berikutnya bisa berlangsung lebih cepat dan merata.

Dengan total anggaran lebih dari Rp125 miliar, program BSU Guru 2025 menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu dari sisi finansial, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap pengabdian para guru honorer yang telah berjuang tanpa lelah di berbagai pelosok negeri.

Kementerian juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperluas cakupan bantuan dan meningkatkan transparansi melalui sistem digital agar proses distribusi lebih cepat dan akurat.

Program Bantuan Subsidi Upah untuk guru honorer ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi simbol nyata perhatian negara terhadap profesi pendidik.

Pemerintah mengingatkan agar setiap guru segera memeriksa akun Info GTK dan mengaktifkan rekening sebelum batas akhir 30 Januari 2026.

Jangan sampai kesempatan berharga ini terlewat. Karena sekali dana dikembalikan ke kas negara, hak penerima tidak bisa diklaim kembali.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kesejahteraan para guru honorer meningkat, semangat mengajar kembali berkobar, dan mutu pendidikan nasional terus membaik di tahun-tahun mendatang.

Sekretaris Komisi III DPRD NTB Raden Nuna Abriadi mendorong perbaikan tata kelola Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Tramena) untuk meningaktkan PAD.
Sekretaris Komisi III DPRD NTB Raden Nuna Abriadi mendorong perbaikan tata kelola Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Tramena) untuk meningaktkan PAD.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#honorer #guru #tunjangan profesi