Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kunjungan ke SMAK Bogor, Menko PM Cak Imin Pastikan Kurikulum SMK Bisa Buka Peluang Lulusan Kerja di Luar Negeri

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 12 November 2025 | 13:02 WIB
Menko PM Cak Imin saat meninjau kegiatan belajar di SMK-SMAK Bogor.
Menko PM Cak Imin saat meninjau kegiatan belajar di SMK-SMAK Bogor.

RADAR BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meninjau kegiatan belajar di SMAK Bogor, Rabu 12 November 2025.

Kunjungan Cak Imin ini menjadi bagian dari tindak lanjut arahan program pemerintah pusat yaitu SMK Go Global.

Dalam kunjungan tersebut, Cak Imin menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan dunia industri agar lulusan SMK memiliki daya saing tinggi dan mudah terserap di pasar kerja, termasuk di luar negeri.

“Kita harus terus meningkatkan kerja sama dunia pendidikan dengan industri. Dunia pendidikan tidak boleh terpisah dari dunia industri agar lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan kerja. Itulah yang disebut link and match,” ujar Cak Imin.

Ia menjelaskan, pemberdayaan sumber daya manusia harus dimulai sejak dini melalui penyelarasan kurikulum dengan bakat dan minat siswa.

Sekolah, kata dia, perlu mendeteksi potensi dan talenta anak didik sejak awal, lalu membantu mereka merencanakan masa depan sesuai minat dan kemampuan.

Cak Imin menilai SMAK Bogor telah menjadi contoh ideal penerapan kolaborasi pendidikan dan industri. Dia melihat SMAK Bogor ini sudah di level mampu menjadi bagian integral dari dunia industri.

"Ini SMK terbaik di Indonesia yang patut dicontoh karena kerja samanya sudah sesuai dengan kebutuhan okupasi,” katanya.

Program sendiri SMK Go Global digagas sebagai solusi terhadap tingginya angka pengangguran lulusan SMK yang mencapai 1,6 juta orang.

Melalui program ini, pemerintah menyiapkan lulusan SMK agar siap bekerja di luar negeri dengan dukungan beasiswa dan peningkatan kompetensi.

“Kami ingin memberdayakan lulusan SMK yang masih menganggur dan berminat bekerja di luar negeri. Pasarnya terbuka luas. Presiden menyetujui agar mereka dipersiapkan melalui pelatihan skill dan bahasa, sehingga langsung terserap di pasar global,” jelas Cak Imin.

Ia menambahkan, pemerintah tidak membatasi sekolah yang dapat mengikuti program tersebut. Semua yang berminat bisa ikut. "Kebutuhan pasar saat ini sekitar 300 sampai 500 ribu tenaga kerja,” ujarnya.

Menurut Cak Imin, SMAK Bogor dipilih sebagai lokasi awal implementasi karena menjadi tolok ukur kualitas tertinggi bagi SMK lain di Indonesia.

Mereka ingin mengecek standar terbaik, agar SMK lain bisa memperbarui dan meningkatkan kualitasnya. "Semua SMK harus terus naik kelas,” tegasnya.

Program SMK Go Global diharapkan mampu mendorong sekolah kejuruan di seluruh Indonesia memperkuat kurikulum, menyesuaikan dengan kebutuhan industri, dan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan di tingkat internasional. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#Menteri koordinator bidang pemberdayaan masyarakat #cak imin #SMAK Bogor