Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lewat Literasi Digital, SMK Tonjong Tajurhalang Bogor Dorong Pembentukan Karakter Anak yang Hebat

Muhammad Ali • Kamis, 13 November 2025 | 08:16 WIB
Kegiatan dukungan implementasi tujuh kegiatan baik anak Indonesia hebat di SMK Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Kegiatan dukungan implementasi tujuh kegiatan baik anak Indonesia hebat di SMK Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – SMK Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan dalam rangka pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) Skema Pembelajaran Mendalam Tahun 2025.

SMK Tonjong menyelenggarakan kegiatan bertajuk dukungan implementasi tujuh kegiatan baik anak Indonesia hebat dengan menghadirkan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang diikuti seluruh dewan guru serta perwakilan siswa dari tiap kelas ini menjadi bagian dari upaya SMK Tonjong dalam meningkatkan kualitas pendidikan menuju predikat sekolah unggul.

Kepala SMK Tonjong Tajurhalang, Nenden, menyampaikan bahwa pelaksanaan tujuh kegiatan baik ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menanamkan nilai karakter dan literasi digital di kalangan peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk karakter siswa yang berakhlak, cerdas, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, sehingga mereka siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 12 November 2025.

Sementara itu, Asep Saepudin, Komisioner KPAD Kabupaten Bogor, dalam materinya memaparkan pentingnya perlindungan dan pembentukan karakter anak hebat di era digital.

Ia menekankan bahwa digitalisasi membawa dua sisi yang tak terpisahkan: tantangan dan peluang.

“Era digital membuka ruang luas untuk belajar dan berkarya, tetapi juga menghadirkan ancaman serius seperti paparan konten negatif, hoaks, cyberbullying, hingga eksploitasi anak secara daring. Karena itu, dibutuhkan perlindungan menyeluruh dan pembentukan karakter agar anak tumbuh menjadi insan yang tangguh dan berakhlak mulia,” jelasnya.

Menurut Asep, perlindungan terhadap anak harus dilakukan secara komprehensif.

Di tingkat keluarga, orang tua perlu memaksimalkan perannya sebagai pendidik utama dengan melakukan pendampingan aktif dan menggunakan parental control.

Di sekolah, perlu diciptakan budaya ramah anak dan pembelajaran digital yang beretika.

Selain itu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dengan membangun gerakan literasi digital dan pencegahan kekerasan anak berbasis komunitas.

“Ketika keluarga, sekolah, dan masyarakat bersinergi, maka akan terbentuk benteng yang kokoh dalam melindungi anak dari paparan negatif digital sekaligus menjadikannya peluang untuk tumbuh menjadi generasi cerdas dan produktif,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya dukungan regulasi seperti UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, UU ITE, UU TPKS, serta peraturan Kementerian Kominfo tentang literasi digital sebagai payung hukum dalam upaya perlindungan anak di era modern.

Kegiatan di SMK Tonjong ini ditutup dengan ajakan bersama untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen dalam mewujudkan anak Indonesia yang terlindungi, berdaya, dan berkarakter unggul.

“Mari kita lindungi anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Anak terlindungi, Indonesia maju,” tutupnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#karakter anak #Literasi Digita #SMK Tonjong