Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IPB University Jadi Tuan Rumah Indonesian Breeder Award 2025, Ajang Penghargaan bagi Pemulia Daerah Penguat Ekonomi Desa

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 19 November 2025 | 16:59 WIB
PERIPI bersama IPB University dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) menggelar Indonesian Breeder Award (IBA) 2025.
PERIPI bersama IPB University dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) menggelar Indonesian Breeder Award (IBA) 2025.

RADAR BOGOR — Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) bersama IPB University dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) menggelar Indonesian Breeder Award (IBA) 2025.

Mengusung tema “Breeding is Giving”, acara berlangsung di IPB International Conversation Center IPB pada Rabu, 19 November 2025.

Kegiatan ini secara khusus memberikan apresiasi tertinggi kepada para pemulia tanaman yang berdedikasi.

Mereka yang berada di tingkat daerah dijuluki ‘Local Heroes’ karena dampaknya yang signifikan terhadap penguatan ekonomi desa.

Managing Director EWINDO, Glenn Pardede, menjelaskan IBA 2025 memberikan penghargaan dalam tujuh kategori.

Salah satunya adalah kategori baru Local Heroes yang menargetkan penggerak lokal yang berdampak langsung pada komunitas pertanian daerah.

"Kemandirian pangan mustahil tanpa pemuliaan tanaman. Indonesian Breeder Award adalah bentuk penghargaan sekaligus pengingat bahwa kita harus terus menumbuhkan ekosistem yang mendukung lahirnya lebih banyak breeder berkualitas,” ungkapnya.

Penerima penghargaan Local Heroes tahun ini jatuh kepada Yareli dari Deli Serdang.

Yareli diakui atas perjuangannya mengembangkan varietas cabai lokal unggul sekaligus membangun komunitas petani untuk produksi cabai keriting.

Upayanya terbukti memperkuat ekonomi desa dan mendorong kemandirian kelompok tani setempat.

Sementara itu, penghargaan kategori Plasma Nutfah diberikan kepada Hervia Latuconsina Budi atas ketekunannya dalam pengumpulan dan pendaftaran tanaman hias hoya, salah satu tanaman hias asli Indonesia yang kini mendunia.

Untuk kategori bergengsi Lifetime Achievement, penghargaan diserahkan kepada Prof. Sumarno, peneliti senior kedelai yang telah menghasilkan belasan varietas kedelai unggul.

Fokus utama lain IBA 2025 adalah mendorong lahirnya pemulia muda (Young Breeder).

Krisis jumlah pemulia, terutama dari generasi muda disebut menjadi tantangan serius.

Ketua PERIPI, Profesor Muhamad Syukur, mengatakan penghargaan Young Breeder yang tahun ini memiliki dua pemenang, menjadi simbol harapan baru bagi dunia pemuliaan Indonesia.

Mereka ingin menunjukkan pemulia tanaman adalah profesi strategis dan sangat dibutuhkan.

"Kami bangga melihat munculnya dua pemenang Young Breeder tahun ini, yang membuktikan bahwa masa depan pemuliaan di Indonesia tetap cerah,” katanya.

IPB University, sebagai institusi penyelenggara, menegaskan dukungan penuh terhadap regenerasi.

Wakil Dekan Faperta IPB University, Prof. Syarifah Iis Aisyah, menyebut IPB mendorong inovasi dengan integritas, baik melalui jalur S1 untuk saintis maupun jalur vokasi untuk ahli praktik.

IPB pun saat ini sudah memadukannya dalam satu bingkai. Jalur vokasi bahkan lebih praktis, karena menguasai segala macam teknik pemuliaan tanaman, hibridisasi, mutation breeding, dan sebagainya.

"Keduanya sama-sama diperlukan untuk menjawab kebutuhan pangan bangsa,” tutupnya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Arif Satria, dalam sambutannya menegaskan pemulia tanaman adalah pahlawan pangan yang bekerja dalam senyap.

Ia menyoroti tantangan serius Indonesia yang saat ini hanya memiliki sekitar 250 pemulia tanaman aktif, padahal kebutuhan pangan menuntut adanya ribuan pemulia baru.

"Kita memberikan penghormatan kepada mereka yang bekerja dalam senyap di setiap rumah kaca, laboratorium, lahan percobaan yang mungkin tidak pernah tampil di ruang publik tetapi kontribusinya dirasakan oleh jutaan masyarakat melalui benih yang ditanam petani,” jelasnya.

Mantan Rektor IPB ini juga menyampaikan komitmen BRIN untuk terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri. Hal ini agar membantu mempercepat kemandirian benih nasional. (uma)

Editor : Alpin.
#ajang penghargaan #ekonomi desa #ipb university