RADAR BOGOR - The 2nd Djuanda Global Economics Conference 2025 kembali digelar FEB Universitas Djuanda (Unida) Bogor, pada Selasa, 18 November 2025.
The 2nd Djuanda Global Economics Conference Unida Bogor ini, merupakan sebuah konferensi internasional, dengan ratusan peserta dari universitas dalam maupun luar negeri, yang diselenggarakan secara daring.
Ratusan peserta mengikuti The 2nd Djuanda Global Economics Conference Unida Bogor, yang mengusung tema “Plural Economies and the Politics of Value: Rethinking Business and Sustainability in Southeast Asia”.
Rektor Unida Bogor, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I membuka kegiatan yang fokus dan menyorot soal dinamika ekonomi plural, politik nilai dan tantangan keberlanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Dia menegaskan bahwa perubahan global menuntut perguruan tinggi memperkuat kerja sama lintas negara melalui riset dan dialog akademik.
Ia juga menyampaikan komitmen UNIDA dalam memperkuat jejaring penelitian serta memperluas kemanfaatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat global.
Kegiatan juga menghadirkan Keynote Speaker Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si, Dekan FEB UNIDA, serta empat invited speakers internasional dan nasional, yaitu Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H (Universitas Djuanda), Assoc. Prof. Dr. Masturah Ma’in (Universiti Teknologi MARA, Malaysia), Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A (UIN Raden Intan Lampung), serta Prof. Dr. Alvaro Rocha (University of Lisbon, Portugal).
Adapun acara dimoderatori oleh dosen FEB UNIDA, Mas Nur Mukmin, S.E., M.Ak.
Sebagai Keynote Speaker, Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si menekankan pentingnya memahami keragaman nilai ekonomi, sosial, dan budaya dalam merumuskan arah pembangunan berkelanjutan.
Pada sesi pemaparan, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menguraikan risiko finansial, ancaman sosial, serta ketimpangan perlindungan hukum yang muncul akibat maraknya layanan pinjaman digital, baik legal maupun ilegal.
Dalam forum ini, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menegaskan bahwa maraknya pinjaman online bukan hanya isu individu, tetapi telah menjadi potensi ancaman nasional.
Sebagai rekomendasi, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menekankan urgensi penguatan regulasi oleh pemerintah dan OJK untuk menindak tegas praktik pinjol ilegal.
Dalam paparannya, Assoc. Prof. Dr. Masturah Ma’in menekankan tantangan lingkungan dan ketimpangan sosial di Asia Tenggara memerlukan model ekonomi yang lebih inklusif dengan kolaborasi antarkomunitas.
Dilanjut Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A yang menyatakan literasi digital, tata kelola data, dan penguatan riset akademik memiliki peran vital dalam menjaga integritas sistem nasional.
Sementara Prof. Alvaro Rocha menegaskan peran penting integrasi riset dan inovasi digital untuk membangun masyarakat yang adaptif serta berdaya saing.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga