RADAR BOGOR - Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan ruang bagi perguruan tinggi agar memperkuat konektivitas antara pengetahuan akademik dan kebutuhan masyarakat.
Di Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB) Vinus Bogor, program tersebut diimplementasikan melalui kegiatan Bersama Membangun Desa dan Asistensi Mengajar di sekolah.
Pada dasarnya, program ini memberikan contoh bahwa mahasiswa bukan cuma konsumen, tetapi juga kontributor aktif yang berperan besar dalam membangun desa dan meningkatkan mutu pendidikan serta menanamkan kembali nilai-nilai kenusantaraan sebagai fundamental Indonesia.
Penguatan Desa dalam Kerangka Kenusantaraan
Desa berfungsi sebagai titik awal yang strategis untuk merevitalisasi seluruh provinsi.
Karena itu, di tingkat ini nilai tradisi, solidaritas warga, dan identitas budaya dapat dipertahankan.
Mahasiswa ITB Visi Nusantara Bogor terlibat dalam proses penataan administrasi desa, yang mencakup pemetaan potensi lokal, arsip layanan publik, dan digitalisasi data penduduk.
Langkah ini secara otomatis memperbaiki alur pelayanan dan meningkatkan akurasi data, yang sebelumnya bergantung pada pencatatan manual termasuk manajerial BUMDes.
Di sini mahasiswa membantu memperbaiki sistem pencatatan keuangan, menyusun rencana bisnis, dan mengidentifikasi potensi usaha yang relevan dengan desa masing-masing.
Pendekatan ini memotivasi atau mendorong BUMDes bekerja lebih tertib dan mampu merumuskan arah pengembangan usaha secara lebih jelas.
Dalam kaitan ekonomi warga, mahasiswa tidak lepas dari peran dalam UMKM.
Banyak pelaku usaha desa yang menghasilkan produk unggulan, akan tetapi belum banyak yang menerapkan teknik pemasaran digital.
Mahasiswa memberikan fasilitasi pembuatan konten promosi, pengelolaan akun media sosial, memperbaiki foto produk, dan menggunakan marketplace.
Dengan begitu, pemasaran produk lokal semakin luas.
Dengan demikian UMKM semakin bersaing, tanpa mengubah karakter barang yang telah menjadi identitas desa itu.
Kehadiran mahasiswa di desa memperlihatkan bahwa nilai kenusantaraan dapat diperkuat melalui tindakan sederhana namun konkret.
Ketika desa memiliki tata kelola yang lebih baik, akses informasi lebih terbuka, dan kegiatan ekonomi berjalan lebih produktif, maka ketahanan sosial desa menjadi lebih kuat.
Di sinilah nilai kenusantaraan diberi tempat.
Mahasiswa tidak membawa paket pengetahuan yang seragam dari kampus, tetapi menyesuaikan pendekatan dengan karakteristik masing-masing desa.
Mereka belajar memahami adat, etos kerja warga, serta cara masyarakat membangun partisipasi.
Pendekatan yang sensitif terhadap budaya lokal membuat inovasi lebih mudah diterima dan diadopsi.
Sehingga orang di desa merasa dihargai, bukan diajari
Penguatan Sekolah sebagai Ruang Pembentukan Karakter
Selain bergerak di desa, para mahasiswa ITB Visi Nusantara Bogor yang melaksanakan MBKM di sekolahan.
Mereka meiliki peran dalam mendukung proses pembelajaran dan meringankan beban administratif guru, membantu mengelola kelas, menyusun aktivitas pembelajaran yang lebih menarik, serta memberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan bantuan tambahan,
Selanjutnya mahasiswa berperan untuk pengembangan ekstrakurikuler, terutama memperkenalkan kegiatan baru seperti literasi digital, seni budaya, kewirausahaan remaja, dan kegiatan kreatif lainnya.
Kehadiran mereka memberi warna baru bagi siswa dan membuka ruang bagi pengembangan minat yang sebelumnya belum terakomodasi.
Di sisi administrasi, digitalisasi dilakukan untuk memperbaiki alur kerja sekolah.
Mahasiswa membantu menata data siswa, membuat format laporan yang lebih sistematis, dan menyusun arsip digital agar lebih mudah diakses.
Perubahan ini membuat administrasi sekolah lebih rapi dan mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual.
Kegiatan di sekolah menunjukkan bahwa penguatan kenusantaraan juga berlangsung melalui dunia pendidikan.
Ketika proses belajar lebih tertata dengan rapih serta para siswa mendapatkan pengalaman baru, sekolah menjadi lebih berdaya dalam menjalankan fungsi pembentukan karakter.
Relevansi Kenusantaraan di Era Digital
Tujuan MBKM bagi para mahasiswa yaitu Pertama, mampu melihat potensi desa, mengidentifikasi masalah dan mencari solusi untuk meningkatkan potensi dan menjadi desa mandiri.
Kedua, mampu berkolaborasi menyusun dan membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes), dan program strategis lainnya di desa.
Ketiga, dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki secara kolaboratif bersama dengan Pemerintah Desa dan unsur masyarakat.
Keempat, dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang dimilikinya di lapangan yang disukainya yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Kelima, berkesempatan memiliki minat dalam bidang pendidikan untuk turut serta mengajarkan dan memperdalam ilmunya dengan cara menjadi guru di satuan pendidikan.
Keenam, meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, serta relevansi pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi dan perkembangan zaman.
Program MBKM di ITB Visi Nusantara Bogor menunjukkan bahwa bekerja sama dengan masyarakat adalah cara terbaik untuk menegaskan nilai kenusantaraan.
Mahasiswa belajar memahami dinamika sekolah dan desa, bekerja sama dengan warga, dan memberikan dukungan yang diperlukan.
Dalam proses ini, nilai-nilai seperti empati, kedisiplinan sosial, dan kemampuan beradaptasi ditingkatkan, yang merupakan komponen penting dari identitas Nusantara.
Demikian pula nilai teknologi dan tradisi tidak harus dipertentangkan, seperti yang ditunjukkan oleh penguatan sekolah dan desa dengan metode digital.
Sejauh mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan umum, keduanya dapat bekerja sama.
Pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui MBKM mengajarkan bahwa perubahan sosial tidak selalu lahir dari program besar, tetapi dari kerja konsisten di tingkat lokal.
ITB Visi Nusantara Bogor telah memperlihatkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam menguatkan desa, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga nilai kenusantaraan tetap relevan di tengah perubahan. (*)
Penulis :
Wahyu Bagja Sulfemi
Dosen Institut Teknologi dsn Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor