RADAR BOGOR - Program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang digagas Kariima di bawah Al Ghozy Muslimah Center mendapat apresiasi dari perwakilan Kemenag dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Apresiasi itu tersampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Literasi Al-Qur'an dari Kariima yang digelar pada Jumat, 28 November 2025 di SDN Sindangbarang 4, Kota Bogor.
Kepala SDN Sindangbarang 4, Rostini, menjadi penginisiasi kolaborasi ini. Ia mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya program literasi Al-Qur’an dari Kariima tersebut di lingkungan sekolahnya.
“Kehadiran Kariima untuk mengajarkan baca Al-Qur'an sesuai tajwid sangat tepat. Ini adalah jawaban dari doa yang saya panjatkan,” ujarnya, Sabtu 29 November 2025.
Sebagai bentuk dukungan, Kariima menyerahkan 174 buku Panduan Praktik Belajar Membaca Al-Qur’an dari Al Ghozy Muslimah Center.
Penyerahan dilakukan oleh Ketua Kariima, Sri Nurchayati, bersama Penanggung Jawab Program Kariima Remaja, Yanin Dahlan.
Apresiasi pemerintah berangkat dari kekhawatiran akan rendahnya kemampuan baca Al-Qur’an di sekolah.
Pengawas PAI Kemenag Kota Bogor, Edih Hambali, memaparkan hasil asesmen nasional literasi beragama di Kota Bogor.
“Dari 6 sekolah sampel, kemampuan membaca Al-Qur’an guru PAI menunjukkan 50% masuk kategori kurang. Sementara dari 20 sampel siswa, hanya 5 atau 25% yang mampu membaca dengan baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa hasil tersebut sejalan dengan temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Karena itu, menurutnya Program Kariima sangat relevan sebagai langkah penguatan literasi beragama di lingkungan sekolah.
“Program kolaboratif ini menunjukkan keseriusan dalam menyelamatkan generasi muda melalui penguatan literasi Al-Qur’an. Ini layak dijadikan pilot project bagi sekolah lain,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Pengawas Kemendikbud Wilayah Bogor, Asep Saepul Padil. Ia berharap program Kariima dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kota Bogor.
Founder Al Ghozy Muslimah Center, Ririe Rizal, menjelaskan bahwa divisi Kariima dirancang dengan pendekatan menjemput bola, hadir langsung ke masjid, sekolah, hingga pelosok daerah.
“Dalam waktu kurang dari tiga bulan, peserta Kariima telah mencapai lebih dari 500 orang,” ujarnya.
Selain pendampingan baca Al-Qur’an, Al Ghozy Muslimah Center melalui Divisi Pendidikan juga menjalankan program Kuliah Pengajar Qur’an+ (KPQ+).
Bertujuan mencetak tenaga pengajar Al-Qur’an dari berbagai jenjang. Lulusan KPQ+ dapat mengajar di Tahsin Al Ghozy (TAG), Kariima, maupun lembaga lainnya.
Ketua Kariima, Sri Nurchayati, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas dampak program ini diharapkan berperan besar dalam menelam angka buta aksara Al-Qur'an di tengah masyarakat.
“Kariima akan terus menghadirkan program-program penguatan literasi Al-Qur’an yang berkualitas, kolaboratif, dan berdampak luas,” bebernya.
Al Ghozy Muslimah Center sendiri merupakan yayasan yang berfokus pada pemberdayaan muslimah.
Kariima hadir sebagai divisi yang menangani pengajaran Al-Qur'an dengan pendekatan langsung kepada komunitas, termasuk sekolah-sekolah seperti SDN Sindangbarang 4. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin