RADAR BOGOR – Tim Peneliti Sekolah Vokasi IPB University memperkenalkan teknologi pengolahan limbah menjadi pupuk organik unggulan yang diklaim meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Cianjur.
Inovasi tersebut disampaikan dalam Diseminasi Hasil Penelitian BERDIKARI Skema Emas LPDP yang digelar di Okiagaru Agricoop, Kecamatan Pacet, pada 2–3 Desember 2025 lalu.
Ketua tim peneliti, Doni Sahat Tua Manalu, menjelaskan hasil riset meliputi pengembangan bioaktivator, pupuk organik cair, dan pupuk organik padat.
Produk tersebut telah melalui uji laboratorium dan uji lahan bersama petani mitra serta SMK N 2 Pacet.
“Potensi penerapan skala besar sangat terbuka. Untuk lingkungan Sekolah Vokasi, produk ini bahkan kami siapkan sebagai Teaching Factory (Tefa),” jelasnya.
Peserta kegiatan juga melakukan kunjungan lapangan ke rumah produksi pupuk dan lahan percobaan untuk melihat langsung proses dan hasil penerapan teknologi tersebut.
Sejumlah tanaman yang mendapat perlakuan pupuk organik dilaporkan menunjukkan pertumbuhan lebih optimal, dan peserta turut melakukan panen bersama.
"Sebagai tindak lanjut, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara IPB University dengan mitra terkait. Kolaborasi ini mencakup pendampingan berkelanjutan, riset terapan, dan pengembangan model kemitraan berbasis inovasi," jelasnya.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, pelaku dunia usaha, komunitas petani, hingga kelompok wanita tani.
Kolaborasi lintas sektor itu disebut menjadi fondasi penting untuk mendorong implementasi teknologi hasil riset di tingkat masyarakat.
Wakil Manajemen (Penjamin Mutu) Sekolah Vokasi IPB University, Helianti Dewi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penelitian tersebut. Inovasi ini diharapkan bisa bermanfaat bagi petani di Cianjur.
“Semoga produk yang dihasilkan dari penelitian BERDIKARI ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan memberikan dampak luas,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Riset dan Inovasi Baperida Cianjur, Sutopo, menilai program BERDIKARI menjadi penguat kapasitas petani sekaligus mendorong inovasi di sektor pertanian lokal.
“Program ini menjadi dukungan konkret bagi pengembangan inovasi pertanian di wilayah Pacet,” kata Sutopo.
Sementara itu, perwakilan dunia usaha dari Okiagaru Agricoop, Agus Alinurdin, mengaku teknologi yang dikembangkan IPB sangat membantu mitra petani. Sebab meningkatkan produksi pertanian.
"Harapannya produk ini bisa diproduksi secara konsisten sehingga meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan didanai LPDP.
IPB University menegaskan komitmennya untuk memperluas dampak penelitian serta memperkuat kerja sama akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan inovasi pertanian yang berkelanjutan. (uma)
Editor : Alpin.