RADAR BOGOR – TK Kesatuan Bogor kembali menggelar Market Day sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan bagi siswa usia dini.
Market Day ini berlangsung dua hari, 9–10 Desember 2025, dan diikuti seluruh jenjang Toddler, Playgroup, TKA, serta TKB dengan total peserta mencapai 194 anak.
Kepala TD–PG–TK Kesatuan, Siti Nurkartinah, mengatakan Market Day sudah menjadi program rutin tahunan yang selalu ditunggu baik oleh siswa maupun orang tua.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana bermain, tetapi juga wahana pembentukan karakter sedari kecil.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka belajar bersosialisasi, berinteraksi, dan bernegosiasi ketika melakukan transaksi jual-beli. Anak-anak kami latih untuk percaya diri dan menghargai hasil karya teman-temannya,” ujarnya.
Market Day tahun ini dibagi dalam dua sesi. Pada hari pertama, kegiatan diisi oleh kelas Toddler dan TKB, sementara Playgroup serta TKA mendapat giliran berjualan pada hari kedua.
Setiap kelas menyiapkan stan dagangan dalam kelompok kecil. Orang tua menjadi bagian penting dalam persiapan, mulai dari membuat makanan, menata kemasan, hingga menghias meja jualan agar menarik perhatian pembeli.
Barang yang dijual pun beragam mulai dari Mainan anak, Aksesoris, Sayuran organik, makanan seperti mie goreng, spageti, brownies, puding, cookies, pempek serta berbagai macam minuman segar seperti jus buah, susu, yogurt, dll.
Semua makanan dibuat sendiri oleh orang tua siswa. Seluruh produk dijual dengan harga terjangkau karena kegiatan ini tidak bertujuan mencari keuntungan. Bahkan beberapa produk, seperti susu kemasan, dijual hanya Rp1.000.
Siti Nurkatinah menjelaskan bahwa transaksi menggunakan uang mainan dengan nominal seribuan. Para guru mencetak uang-uangan Rp1.000 agar siswa belajar nilai uang.
"Jika mereka ingin membeli barang seharga Rp5.000, mereka harus menghitung lima lembar uang. Ini melatih kemampuan berhitung sekaligus mengenalkan konsep transaksi sederhana,” katanya.
Selain menyediakan dagangan, orang tua juga bertugas sebagai teller, bank keliling, hingga membantu anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan, terutama pada jenjang Toddler dan Playgroup.
Salah satu orang tua siswa TKB, Hendra Kusuma, mengapresiasi kegiatan Market Day yang menurutnya memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. Kegiatan makin Seru karena orang tua ikut terlibat dalam penyiapan ataupun penjualan.
"Kami membuat brownies dan cookies, lengkap dengan label nama anak. Di rumah, kami berdiskusi soal apa yang ingin mereka jual. Jadi anak ikut menentukan konsepnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme anak-anak terlihat dari bagaimana mereka berbelanja dan berjualan. Menurutnya hampir semua uang siswa terpakai untuk belanja.
"Mereka belajar jujur, membayar sesuai harga, dan memahami mana kebutuhan dan keinginan," ungkapnya.
Sekretaris Yayasan Kesatuan, Siswanto Tanujaya, juga menyebut Market Day sebagai kegiatan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan anak usia dini.
Menurutnya, kegiatan ini membantu anak mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, dan rasa percaya diri.
“Usia kanak-kanak adalah masa pembentukan karakter. Karena itu Market Day kami selenggarakan secara rutin untuk TD–PG–TK. Ini menjadi momen berkualitas antara anak dan orang tua, sekaligus media belajar yang sangat efektif,” ucapnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dengan dukungan orang tua yang semakin kreatif setiap tahunnya.
Market Day diharapkan menjadi ruang belajar yang membuat anak-anak lebih mandiri, disiplin, jujur, mampu berhitung, dan siap menghadapi berbagai situasi dalam keseharian mereka. (uma)
Editor : Yosep Awaludin