RADAR BOGOR - Universitas Brawijaya (UB) menggelar forum bergengsi bertajuk “Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook and Challenges” di Ballroom Hotel Pan Sari Pacific, Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemimpin pemerintahan, pelaku bisnis nasional, hingga akademisi yang membahas arah serta tantangan Indonesia menjelang 2026 mendatang.
Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook and Challenges menegaskan peran UB sebagai institusi yang aktif mendorong dialog strategis serta berkontribusi dalam merumuskan kebijakan yang relevan bagi masa depan bangsa.
Kegiatan diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana dan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Dr. Drs. Fadillah Amin, MAP., Ph.D yang menyampaikan tujuan forum sebagai upaya memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan global serta membangun Indonesia yang lebih adaptif serta berdaya saing.
Acara dibuka oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor khususnya untuk menghadapi perubahan global.
Prof Widodo juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai penggerak inovasi dan pusat pengetahuan yang harus hadir menjawab kebutuhan publik.
Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Senior Director Business Performances & Asset Optimization PT Danantara Bhimo Aryanto, SE., MM.
Dalam paparannya Bhimo menekankan pentingnya kolaborasi multi-sektor baik publik maupun bisnis dalam menghadapi dinamika global serta menegaskan bahwa sinergi ini menjadi kunci untuk menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan.
Acara yang dipandu oleh Maya Karim, anchor TVRI ini menghadirkan suasana diskusi interaktif, komunikatif, dan terarah serta semakin kaya dengan kehadiran panelis dari berbagai institusi strategis :
- Kepala Mandiri Institute Andre Simangungsong, SE., MAF
- Senior Vice President Technology Innovation and Implementation PT. Pertamina Hana Timoti, ST., MT
- Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Riyanto, ST., MT
- Guru Besar FIA, Presiden IAPA Prof. Dr. M. R. Khoirul Muluk., M.Si
Pada forum tersebut para panelis mengulas isu strategis seperti ketahanan ekonomi, transformasi energi nasional, penguatan manajemen kebencanaan, dan peran institusi publik dalam menciptakan pemerintahan adaptif.
Hal ini mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana. Forum juga menghadirkan solusi alternatif dan mendorong sinergi yang lebih kuat antar lembaga terkait, baik dari sektor publik maupun bisnis, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana.
Diskusi pun berlangsung intens tetapi tetap mudah dipahami serta memberikan gambaran jelas tentang tantangan dan peluang pada 2026. Lewat forum ini, UB menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis negara maupun dunia usaha.
Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya (UB) menjadi refleksi untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, dan dialog kebijakan yang konstruktif.
Acara tersebut bukan sekadar perayaan usia, melainkan menjadi langkah UB dalam memperkuat perannya membangun masa depan Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
Sementara itu pada Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya juga dirangkaian dengan sejumlah peringatan atau kegiatan seperti Hari Santri, Brawijaya Trail Run UB Forest, International Conference BICBATT, Research and Innovation Day, Nguri-uri Budaya Dapur, International Conference ICOPAG.
Kemudian Pemilihan Putra-Putri Brawijaya, Pameran Instalasi Batik, Student Competition AVISOC, Kenduri UB dan Pagelaran Wayang Kulit, Jambore Jazz Kampus, Napak Tilas Brawijaya, Jalan Sehat, CEO dan Business Forum, Temu Alumni dan Jalan Sehat, serta Sidang Pleno Terbuka MWA.
Editor : Eka Rahmawati