Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gandeng IPB, BP Taskin Perkuat Data Desa untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 22 Desember 2025 | 16:33 WIB
Seminar Nasional Integrasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan Data Desa Presisi di Kota Bogor, Senin 22 Desember 2025.
Seminar Nasional Integrasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan Data Desa Presisi di Kota Bogor, Senin 22 Desember 2025.

RADAR BOGOR - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan basis data nasional.

Kolaborasi tersebut dikemas dalam Seminar Nasional Integrasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan Data Desa Presisi di Kota Bogor, Senin 22 Desember 2025.

Seminar ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem data sosial ekonomi yang terintegrasi dan berbasis desa.

Data yang presisi dinilai menjadi kunci agar kebijakan pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.

Selain itu, juga merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 terkait percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

DTSEN diposisikan sebagai satu-satunya sumber data sosial ekonomi nasional.

Data tersebut menjadi dasar perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan pembangunan, khususnya di sektor kemiskinan.

Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan pentingnya kualitas data dalam setiap program pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, data yang tidak akurat akan membuat intervensi pemerintah meleset dari sasaran.

“Pemutakhiran data hingga tingkat desa menjadi faktor penentu keberhasilan DTSEN. Data desa yang akurat dibutuhkan untuk memetakan rumah tangga miskin dan kantong kemiskinan secara rinci,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Data Desa Presisi yang dikembangkan IPB dinilai memiliki peran strategis.

Data ini dapat diintegrasikan ke dalam DTSEN selama memenuhi standar nasional.

Melalui kegiatan ini, Budiman berharap lahir rekomendasi strategis penguatan DTSEN. Integrasi Data Desa Presisi diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan secara terukur dan berkelanjutan.

“Pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan memperbanyak program, tetapi harus dimulai dari ketepatan data. Integrasi DTSEN dengan data mikro desa yang presisi akan memastikan negara hadir secara tepat sasaran, terutama bagi rumah tangga miskin dan miskin ekstrem,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#ipb #pengentasan kemiskinan #BP Taskin