RADAR BOGOR - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi telah merilis laporan lengkap capaian akademik siswa jenjang SMA dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025.
Data terbaru ini menyajikan statistik komprehensif dari 22 mata pelajaran yang diujikan, mencakup nilai rerata nasional hingga jumlah partisipasi peserta di setiap bidangnya.
Di tengah upaya peningkatan standar literasi, hasil tahun ini memunculkan fakta yang cukup mengejutkan, salah satu mata pelajaran wajib justru berada di posisi paling dasar dengan skor yang memprihatinkan.
Dilansir dari Instagram @ecodu.id, berikut adalah rincian lengkap rerata nilai TKA SMA 2025:
1. Bahasa Indonesia Wajib
• Rerata: 55,38
• Jumlah peserta: 3.477.893
2. Matematika Wajib
• Rerata: 36,1
• Jumlah peserta: 3.489.148
3. Bahasa Inggris Wajib
• Rerata: 24,93
• Jumlah peserta: 3.509.688
4. PPKN
• Rerata: 60,91
• Jumlah peserta: 1.089.508
5. Antropologi
• Rerata: 70,43
• Jumlah peserta: 25.046
6. Projek Kreatif & Kewirausahaan
• Rerata: 56,34
• Jumlah peserta: 1.283.878
7. Bahasa Indonesia Lanjut
• Rerata: 68,02
• Jumlah peserta: 392.303
8. Matematika Lanjut
• Rerata: 39,32
• Jumlah peserta: 401.081
9. Bahasa Inggris Lanjut
• Rerata: 45,23
• Jumlah peserta: 215.600
10. Biologi
• Rerata: 54,40
• Jumlah peserta: 716.882
11. Sosiologi
• Rerata: 60,07
• Jumlah peserta: 698.877
12. Ekonomi
• Rerata: 31,68
• Jumlah peserta: 620.359
13. Kimia
• Rerata: 34,92
• Jumlah peserta: 362.436
14. Sejarah
• Rerata: 62,72
• Jumlah peserta: 398.045
15. Fisika
• Rerata: 37,65
• Jumlah peserta: 295.167
16. Geografi
• Rerata: 70,36
• Jumlah peserta: 309.042
17. Bahasa Arab
• Rerata: 64,97
• Jumlah peserta: 77.375
18. Bahasa Jepang
• Rerata: 55,21
• Jumlah peserta: 42.374
19. Bahasa Mandarin
• Rerata: 57,66
• Jumlah peserta: 11.142
20. Bahasa Jerman
• Rerata: 36,59
• Jumlah peserta: 5.937
21. Bahasa Korea
• Rerata: 28,55
• Jumlah peserta: 2.539
22. Bahasa Prancis
• Rerata: 45,05
• Jumlah peserta: 1.796
Hasil TKA 2025 ini diharapkan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan menjadi fondasi bagi kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran demi mencetak generasi yang lebih kompetitif di masa depan.
Mari jadikan data ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas literasi dan numerasi siswa di seluruh pelosok negeri.***
Editor : Eli Kustiyawati