Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kuatkan Kolaborasi Ilmiah Internasional Pembangunan Berkelanjutan, Unida Bogor Adakan Deklarasi Djuanda Bernama DICAS dan DICSS

Rani Puspitasari Sinaga • Kamis, 25 Desember 2025 | 18:08 WIB

Unida Bogor saat mengadakan kegiatan DICAS dan DICSS.
Unida Bogor saat mengadakan kegiatan DICAS dan DICSS.

RADAR BOGOR - Terus ikut andil dalam mengembangkan ilmu pengetahuan lewat kolaborasi internasional, agenda tahunan Universitas Djuanda (Unida) Bogor, The 9th Djuanda International Conference on Applied Science (DICAS) dan The 9th Djuanda International Conference on Social Science (DICSS) 2025 kembali diselenggarakan.

DICAS dan DICSS Unida Bogor tahun ini, diselenggarakan pada Senin lalu, 22 Desember 2025 di Aula Gedung C.

Ketua kegiatan DICAS dan DICSS Unida Bogor, Radif Khotamir Rusli menjelaskan, bahwa kegiatan kali ini mengusung tema yang tentunya berbeda dari sebelumnya.

Baca Juga: Belum Lama Kelar Bangun Drainase, Jalan GDC Alun-Alun Depok Masih Banjir, Warga: Padahal Hujanya Sebentar

"Tema untuk kali ini, yaitu Converging Knowledge for a Sustainable Future: Leading Transformative Change through Interdisciplinary Innovation," kata dia kepada Radar Bogor.

Radif juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini pun dilaksanakan untuk memperingati Hari Nusantara atau Deklarasi Djuanda.

"Juga menjadi forum civitas perguruan tinggi berbagai negara, dalam berbagi ilmu, mulai dari gagasan, riset, juga inovasi, untuk pembangunan berkelanjutan," beber Radif.

Baca Juga: Gunakan Fitur Sanggah dan Usul di Aplikasi Ini, Agar KPM Bansos PKH BPNT Masuk Desil 1-4 Lagi

“Diskusi ini dirancang untuk mempertemukan gagasan lintas disiplin dalam merespons isu-isu global yang strategis,” ujarnya.

Beberapa isu yang dibahas:

1. Transformasi digital dan teknologi hijau,

2. Inovasi biosains untuk ketahanan pangan dan resiliensi iklim,

3. Kecerdasan buatan dan data sains dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),

Baca Juga: KPM Wajib Tahu! Ini Cara Amankan Bansos PKH dan BPNT 2026 Agar Tak Dicoret, 5 Bantuan Ini Resmi Berhenti Cair

4. Kewirausahaan sosial dan tata kelola inovatif,

5. Pendidikan kewargaan global dan komunikasi publik,

6. Kajian hukum serta kebijakan publik dalam pembangunan berkelanjutan.

Membuka konferensi tersebut, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menegaskan kepada peserta, untuk menghidupkan semangat Deklarasi Djuanda 1957 sebagai landasan utama dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

“Deklarasi Djuanda merupakan tonggak penting dalam membangun kedaulatan kelautan Indonesia, sebuah warisan yang bergema jauh melampaui kepulauan kita. Saat ini, ketika Indonesia menghadapi tantangan yang saling terkait yaitu degradasi lingkungan dan ancaman yang meluas dari perebutan atas wilayah laut, kearifan yang terkandung dalam deklarasi ini menjadi panduan universal,” jelasnya.

Baca Juga: Natal 2025 di Tengah Duka Bencana, Pemuda Katolik Kota Bogor Serukan Solidaritas Kemanusiaan

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H memaparkan, pengakuan internasional terhadap konsep negara kepulauan telah memberikan dampak signifikan terhadap luas wilayah Indonesia.

Dari sebelumnya hanya mencakup wilayah daratan, Indonesia kini memiliki wilayah kedaulatan gabungan darat dan laut yang menjadikannya salah satu negara terluas di dunia. Kondisi tersebut sekaligus menempatkan laut sebagai aset strategis yang menentukan masa depan bangsa.

Namun demikian, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengingatkan bahwa amanat besar Deklarasi Djuanda saat ini menghadapi ancaman serius.

Baca Juga: Simak Aturan Baru Bansos 2026: Ada Batas Waktu 5 Tahun dan Peluang Modal Usaha KPM PKH BPNT Rp6 Juta

Salah satu ancaman utama adalah fenomena ocean grabbing, yakni praktik perampasan ruang laut dan sumber daya pesisir oleh aktor-aktor berkekuatan modal dan politik, yang berdampak pada tersingkirnya masyarakat lokal dari ruang hidupnya.

Sejumlah pembicara internasional turut hadir langsung maupun secara virtual, antara lain Prof. Dr. Naim Demirel (Recep Tayyip Erdoğan Üniversitesi, Turki), Prof. Dr. Ravinder Rena (School of Business, Woxsen University, Hyderabad, India), Prof. Dr. Dimitrios Maditinos (Democritus University of Thrace, Yunani), Prof. Dr. Necmettin Marasli (Istanbul Gelisim Üniversitesi, Turki), Prof. Dr. Nurrul Hilal bin Md. Dahlan (Universiti Utara Malaysia), Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto (Universitas Pendidikan Indonesia & Hiroshima University, Jepang), Assoc. Prof. Dr. Abdulkareem Sh. Mahdi Al-Obaidi (From Iraq & Taylor’s University, Malaysia), dan Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si (Universitas Djuanda, Indonesia).

Selain sebagai forum ilmiah, konferensi ini juga membuka peluang publikasi karya ilmiah pada sejumlah jurnal bereputasi. Beberapa di antaranya adalah Journal of Engineering Science and Technology (JESTEC) terindeks Scopus Q3, Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) terakreditasi Sinta 2, serta Indonesian Journal of Social Research (IJSR) terakreditasi Sinta 2.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #UNIDA #DICSS #dicas