Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IPB dan KKP Paparkan Hasil Survei Kampung Nelayan Merah Putih, Perkuat Ekonomi Biru

Dede Supriadi • Sabtu, 27 Desember 2025 | 19:52 WIB
IPB University bersama KKP melakukan Diseminasi Hasil Survei Lokasi KNMP di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Sabtu, 27 Desember 2025.
IPB University bersama KKP melakukan Diseminasi Hasil Survei Lokasi KNMP di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Sabtu, 27 Desember 2025.

RADAR BOGOR – IPB University bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia terus memperkuat implementasi ekonomi biru melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Hal tersebut ditunjukkan dengan melakukan Diseminasi Hasil Survei Lokasi KNMP di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memaparkan hasil penapisan sistematis dan verifikasi lapangan terhadap calon lokasi pembangunan KNMP yang direncanakan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2026.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Ridwan Mulyana, mengatakan bahwa diseminasi ini merupakan tahapan penting dalam memastikan ketepatan sasaran pembangunan kampung nelayan secara nasional.

“Melalui diseminasi hari ini, diharapkan dapat tersusun rekomendasi desa-desa yang siap masuk ke tahap pembangunan konstruksi Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Ridwan dalam keterangannya.

Sementara itu, Wakil Rektor III IPB University, Ernan Rustiadi, menegaskan bahwa program KNMP merupakan bentuk kolaborasi strategis antara akademisi dan pemerintah dalam membangun basis data pembangunan desa pesisir yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Forum ini merupakan kelanjutan dari survei lapangan yang telah dilakukan para surveyor. Ini adalah kolaborasi intensif IPB dan KKP dalam menyusun basis data pembangunan KNMP sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia,” kata Ernan.

Menurut Ernan, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan perguruan tinggi mitra diharapkan mampu menghasilkan validasi teknis serta masukan konstruktif agar program KNMP benar-benar berdampak nyata bagi penguatan ekonomi biru dan kejayaan maritim bangsa.

“Melalui diseminasi ini diharapkan tersusun rekomendasi lokasi yang siap masuk tahap konstruksi serta terbangunnya dukungan kolektif terhadap peta jalan pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih secara nasional,” ungkapnya.

Dalam pemaparan teknis, Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University, Handian Purwawangsa, menyampaikan bahwa hasil survei mencakup kajian literatur terhadap 1.008 calon lokasi KNMP, serta survei lapangan mendalam di 282 desa pesisir.

“Hasilnya, kami merekomendasikan 77 calon lokasi KNMP Hub, 194 calon lokasi KNMP Penyangga, serta 11 lokasi yang tidak termasuk desa perikanan tangkap,” jelas Handian.

Selain pemetaan lokasi, diseminasi juga memaparkan jenis dan kapasitas fasilitas berbasis klaster, termasuk kebutuhan infrastruktur seperti dermaga, cold storage, dan pabrik es, serta rumusan model bisnis, kewirausahaan, dan pola pendampingan terintegrasi guna menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan.

“Data dan analisis ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi dasar memastikan ketepatan sasaran pembangunan. Infrastruktur yang dibangun harus selaras dengan karakteristik wilayah dan model bisnis yang mampu menciptakan kemandirian nelayan,” tambahnya.

Dari perspektif ekonomi pembangunan, Ketua Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Adi Hadianto, menilai program KNMP sejalan dengan prioritas nasional pengentasan kemiskinan di era pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Dalam Asta Cita nomor 16 ditegaskan pentingnya membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi, data BPS Maret 2025 menunjukkan sekitar 8,47 persen penduduk Indonesia atau 23,85 juta jiwa masih hidup dalam kemiskinan, dan sekitar 3,9 juta di antaranya berada di desa pesisir,” ungkap Adi.

Menurutnya, Program 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih menjadi terobosan penting dalam mengatasi kemiskinan struktural di wilayah pesisir dengan membangun ekosistem perikanan terintegrasi berbasis konsep desa hub dan penyangga.

“Namun pembangunan KNMP tidak boleh berhenti pada infrastruktur modern semata yang lebih penting adalah membangun ekosistem bisnis desa nelayan agar benar-benar mampu mensejahterakan masyarakatnya, jika berhasil, dampaknya akan menciptakan multiplier effect yang besar,” tegasnya.

Forum diseminasi ini turut dihadiri pembahas dari perguruan tinggi mitra di 17 provinsi lokasi survei KNMP, yang tergabung dalam Forum Perikanan Tangkap, di antaranya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Padjadjaran, Universitas Bengkulu.

Kemudian, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Lampung, Universitas Pattimura, hingga Universitas Papua dan Universitas Musamus Merauke.

Dengan dukungan kolaboratif lintas sektor, program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun masyarakat nelayan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.(ded)

Editor : Eka Rahmawati
#ipb #kkp #Kampung Nelayan Merah Putih