RADAR BOGOR — Upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) terus diperkuat.
Salah satunya melalui kegiatan AI Ready ASEAN untuk Guru yang sukses diselenggarakan pada Sabtu, 27 Desember 2025, di SMPN 2 Kota Bogor, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO) bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor.
Kegiatan itu juga mendapat dukungan ASEAN Foundation dan Google.org, serta didukung oleh Dinas Pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan di Kota Bogor.
Koordinator Wilayah Mafindo Bogor, Ahmad Ubaedillah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya IGI Kota Bogor, MAFINDO, serta SMPN 2 Kota Bogor sebagai tuan rumah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pendidik tidak hanya memahami teknologi AI, tetapi juga mampu mengintegrasikannya secara tepat dalam proses pembelajaran, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya kepada Radar Bogor, Senin 29 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan literasi digital dan kesiapan guru menghadapi perkembangan AI yang semakin pesat.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam memastikan pemanfaatan AI dilakukan secara kritis, bertanggung jawab, dan beretika di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Ketua IGI Kota Bogor, Siti Amalia, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama lintas sektor yang terjalin dalam menyukseskan kegiatan ini.
“IGI Kota Bogor menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada MAFINDO serta SMPN 2 Kota Bogor atas kolaborasi dan dukungan penuh dalam terselenggaranya Pelatihan AI Ready ASEAN ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas guru agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga siap, kritis, dan beretika dalam menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial.
“Kami ingin memastikan bahwa guru-guru di Bogor mampu menjadi pemandu yang bijak bagi siswa di tengah banjir informasi dan kemajuan AI,” tambahnya.
Pelatihan ini menghadirkan para trainer berpengalaman, yakni Tommy F. R, Ruslan Riva’i, Siti Lutfi Latifah, Nurananda, dan Hafiz Kurzi.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep dasar AI, etika dan pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, serta praktik langsung penggunaan Learning Management System (LMS) AI Ready ASEAN.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif, praktik langsung, serta pengisian pre-assessment dan post-assessment sebagai bagian dari evaluasi kegiatan.
Melalui rangkaian tersebut, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan AI secara kritis, etis, dan kontekstual dalam proses pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Aa Ahyauddin selaku perwakilan Diskominfo Kota Bogor.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan lembaga masyarakat dalam mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan.
Ahyauddin mengungkapkan pelatihan ini sejalan dengan tujuan yang tertuang dalam Terms of Reference (ToR), yakni memperkuat kapasitas pendidik dalam memahami dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, kritis, dan beretika, sekaligus meningkatkan literasi digital di lingkungan pendidikan.
“Guru merupakan garda terdepan dalam membentuk pola pikir peserta didik agar mampu menyikapi perkembangan teknologi secara bijak. Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran etis dan literasi kritis dalam penggunaan AI,” pungkasnya.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan AI Ready ASEAN untuk Guru dinilai memiliki dampak strategis dalam menyiapkan pendidik sebagai agen perubahan di era kecerdasan artifisial.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika, dan kebijaksanaan demi masa depan pendidikan yang lebih baik. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin