RADAR BOGOR – IPB University menorehkan prestasi bergengsi di tingkat internasional dengan menembus peringkat ke-42 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings Interdisciplinary Science 2025, sekaligus menempati peringkat pertama nasional.
Capaian ini mengukuhkan daya saing global IPB University sekaligus menandai keberhasilan transformasi institusi sepanjang 2025.
Sejalan dengan capaian tersebut, IPB University menutup 2025 dengan sederet prestasi strategis di bidang pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Berbagai capaian ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) IPB University 2024–2028, sekaligus mempertegas posisi IPB sebagai perguruan tinggi inovatif dan resilien berdaya saing global.
Sepanjang 2025, IPB University secara konsisten menjalankan transformasi kelembagaan yang berfokus pada penguatan tata kelola, peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, serta perluasan dampak nyata bagi masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan visi IPB 2024–2028 sebagai techno-socio entrepreneurial university unggul di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika.
Berdasarkan data per 31 Desember 2025, jumlah mahasiswa IPB University tercatat 38.682 orang. Komposisi mahasiswa terdiri atas program sarjana (S1) sebesar 52 persen, diploma empat (D4) 26 persen, magister (S2) 15 persen, doktor (S3) 5 persen, dan pendidikan profesi 2 persen.
Dari sisi sumber daya manusia, IPB University menunjukkan penguatan signifikan. Sebanyak 26,1 persen dosen telah menyandang jabatan fungsional Guru Besar atau Profesor, sementara 21 persen berada pada jenjang Lektor Kepala.
Proporsi ini mencerminkan kekuatan akademik IPB yang ditopang produktivitas riset dan kepemimpinan keilmuan di tingkat nasional maupun global.
Pengakuan internasional tidak hanya datang dari THE. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2025 bidang Agriculture and Forestry, IPB University menempati peringkat ke-49 dunia dan menjadi yang terbaik di ASEAN.
Capaian ini semakin mengukuhkan reputasi IPB di bidang pertanian dan kehutanan tropika.
Dominasi IPB juga terlihat di tingkat nasional. Pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025, IPB University meraih 16 penghargaan, jumlah terbanyak di antara perguruan tinggi di Indonesia.
Penghargaan tersebut diraih baik oleh institusi maupun individu sivitas akademika, mencerminkan daya saing IPB dalam pengelolaan pendidikan tinggi, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi berorientasi dampak berkelanjutan.
Pada aspek internasionalisasi, tahun 2025 menjadi fase penguatan global engagement IPB University.
Kerja sama strategis diperluas dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset kelas dunia, di antaranya Stanford University, University of Oxford, Peking University, Tohoku University, National University of Singapore (NUS), Seoul National University.
Kemudian, Wageningen University & Research, Michigan State University, hingga University of California Davis.
IPB juga menjalin kolaborasi dengan lembaga internasional, industri global, serta organisasi multilateral seperti Uni Eropa, ADB, GIZ, dan IUFRO.
“Tahun 2025 menjadi landasan kuat bagi IPB untuk memperluas global engagement. Kolaborasi dengan universitas top dunia difokuskan pada isu krusial masa depan seperti pangan, pertanian berkelanjutan, dan perubahan iklim,” ujar Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet.
Di sektor pendidikan, IPB University menegaskan komitmen terhadap akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.
Pada penerimaan mahasiswa baru 2025, IPB menerima 9.662 mahasiswa multistrata dari 35 provinsi, dengan sekitar 20 persen berasal dari Pulau Sumatra.
Penerimaan dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari SNBP, SNBT, Ketua OSIS, Talenta, Beasiswa Utusan Daerah (BUD) hingga Seleksi Mandiri.
Untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, IPB menyediakan 8.500 akun gratis micro-credential, serta berbagai program penguatan soft skills, kewirausahaan, minat dan bakat, hingga pengabdian masyarakat.
Sepanjang 2025, IPB menyalurkan dana beasiswa lebih dari Rp138 miliar, yang menjangkau hampir 40 persen mahasiswa aktif.
Selain bantuan biaya pendidikan, IPB juga memperkuat program kesejahteraan mahasiswa, seperti kantin sehat Warung Kita, food bank, program buah dan susu gratis, serta layanan konseling mahasiswa untuk mendukung kesehatan mental.
Di bidang riset dan inovasi, IPB University tetap memprioritaskan penelitian yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
Topik riset 2025 didominasi isu pangan (50 persen), disusul kesehatan dan bioekonomi (masing-masing 17 persen) serta rekayasa keteknikan (17 persen).
Riset-riset tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjawab tantangan global.
Sebagai kontribusi konkret, IPB University menjalankan 10 program aksi ketahanan pangan, mulai dari penyediaan benih padi unggul, pengembangan Kampung Inovasi IPB, pendirian IPB–KOICA Rice Innovation Center, hingga penguatan inovasi agroforestri tahan iklim dan akuakultur berkelanjutan.
IPB juga mendirikan Center of Excellence Program Makan Bergizi Gratis dengan dukungan UNICEF, Bappenas, dan Bank Mandiri.
Di bidang pengabdian masyarakat, hingga akhir 2025 IPB University telah menjangkau 8.350 desa di berbagai provinsi melalui program inovasi pertanian, pangan, kelautan, dan lingkungan.
Program unggulan One Village One CEO (OVOC) melibatkan lebih dari 1.000 desa, dengan pendekatan ekosistem bisnis yang menghubungkan petani dan UMKM desa ke pasar modern.
IPB University juga menunjukkan kepedulian sosial melalui respons cepat terhadap bencana banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra.
Selain aksi tanggap darurat, IPB menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang, termasuk kebijakan keringanan hingga pembebasan UKT bagi mahasiswa terdampak bencana yang berlaku minimal satu semester.
Memasuki 2026, IPB University berkomitmen mempercepat implementasi Renstra 2024–2028 dengan fokus pada hilirisasi riset dan inovasi, penguatan kolaborasi Global South, pengembangan talenta unggul, serta kontribusi nyata terhadap program prioritas pemerintah dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dengan bekal capaian sepanjang 2025, IPB University optimistis melangkah ke 2026 sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak bagi pembangunan nasional dan global. (ded)
Editor : Alpin.