RADAR BOGOR – Ratusan siswa, alumni, hingga keluarga besar SMAN 3 Kota Bogor (Smanti) memadati area sekolah, Sabtu, 17 Januari 2026. Mereka antusias menyaksikan penutupan Pekan Kreativitas Siswa (PKS) bertajuk "Nadelaine 2026" yang berlangsung meriah sejak siang hingga malam hari.
Acara penutupan ini menjadi puncak dari rangkaian panjang kegiatan kreativitas siswa. Sebelumnya, pihak sekolah telah menggelar sesi pembukaan (opening) pada 15-22 Desember 2025 yang diisi dengan kegiatan Class Meeting. Selama lima hari, para siswa berkompetisi dalam perlombaan olahraga, kesenian, hingga olah vokal untuk menyaring bakat-bakat terbaik.
Ketua Pelaksana Nadelaine 2026, Edgar Varrens Alfauzi menjelaskan, konsep tahun ini memang berbeda drastis dibanding tahun lalu. Jika sebelumnya acara digelar eksternal dengan mengundang artis ibu kota seperti RAN, tahun ini panitia memutuskan kembali ke format internal sekolah.
Edgar menyebut ada dua alasan utama perubahan format ini. Pertama, menjaga tradisi siklus dua tahunan Smanti yang menyelingi acara eksternal dan internal. Kedua, bentuk kepatuhan terhadap imbauan pemerintah daerah.
"Kebetulan tahun ini ada perintah dari gubernur Jawa Barat agar tidak terlalu memberatkan siswa terkait iuran, jadi kami membuat acara 'versi kecil' tanpa artis (guest star), namun tetap berkualitas," ujar Edgar kepada Radar Bogor.
Meski tanpa artis papan atas, panggung Nadelaine 2026 tetap "pecah". Acara diisi dengan penampilan modern dance, cheers, drama musikal, hingga band. Uniknya, meski berlabel internal, acara ini turut menampilkan band dari SMA lain sebagai bentuk kolaborasi dan silaturahmi antarsekolah.
Plt Kepala SMAN 3 Bogor, Eva Varida, mengapresiasi atas kemandirian siswanya. Dengan harga tiket masuk Rp20.000 yang dikhususkan bagi warga sekolah dan alumni, panitia mampu mengelola dana dengan prinsip "dari kita untuk kita".
Eva menekankan, acara ini bukan sekadar hura-hura, melainkan wadah pembentukan karakter, ia berharap lulusan SMAN 3 Bogor memiliki kompetensi yang lengkap.
"Kami berharap siswa tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga harus 'singer' (terampil dan cekatan). Mereka harus berani tampil, mampu berkolaborasi, dan menjunjung tinggi sportivitas," tegas Eva.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan sekolah lain dalam acara ini juga penting untuk memajukan pendidikan di Kota Bogor. Hal ini menciptakan iklim kompetisi yang sehat sekaligus mempererat persaudaraan pelajar di Kota Hujan. (uma)
Editor : Eka Rahmawati