RADAR BOGOR – Sebanyak 42 siswa kelas 5 SD Bogor Raya mengikuti kunjungan edukatif ke Graha Pena Radar Bogor, Selasa 20 Januari 2026.
Kegiatan yang didampingi oleh empat orang guru SD Bogor Raya ini menjadi bagian dari pembelajaran tematik tentang media.
Kunjungan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diikuti oleh dua kelas paralel SD Bogor Raya, yakni kelas 5A dan 5B.
Total peserta berjumlah 46 orang. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak tiba di lokasi.
Guru kelas 5 SD Bogor Raya sekaligus penanggung jawab kegiatan, Niftrelia Sari Dewi, mengatakan kunjungan ini merupakan program excursion sekolah. Kegiatan disesuaikan dengan tema pembelajaran yang sedang berlangsung.
“Tema yang kami pelajari saat ini adalah media. Anak-anak belajar tentang jenis media, karakteristik media, serta tujuan media cetak dan media digital,” ujarnya.
Menurut Niftrelia, sebelum kunjungan ke Graha Pena, siswa telah mendapatkan materi dasar di kelas. Materi tersebut berkaitan dengan struktur berita dan surat kabar.
“Sejak awal Januari, siswa sudah belajar bagian-bagian newspaper. Mereka juga mempelajari unsur news, seperti headline dan artikel terkait,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kunjungan ini bertujuan untuk mengonfirmasi teori yang sudah dipelajari. Siswa dapat melihat langsung bagaimana proses kerja media.
Selain memahami proses produksi berita, siswa juga diajak mengenal peran dan tanggung jawab media. Hal ini penting untuk membangun pemahaman literasi sejak usia dini.
“Anak-anak perlu memahami bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Niftrelia menjelaskan kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan siswa menghadapi PYP Exhibition di kelas 6. Dalam program tersebut, siswa dituntut untuk mampu melakukan karya secara mandiri.
“Mereka harus peka terhadap lingkungan sekitar. Mereka juga belajar mencari isu yang bisa diangkat menjadi sebuah karya,” ujarnya.
Pembelajaran tersebut terintegrasi dengan beberapa mata pelajaran. Di Bahasa Indonesia, siswa mempelajari perbedaan fakta dan opini.
Sementara di mata pelajaran ICT, siswa dikenalkan dengan literasi digital dan digital citizenship.
Kunjungan ke media massa ini rencananya akan dijadikan agenda rutin sekolah. Hal ini seiring dengan penerapan tema media dalam kurikulum.
Niftrelia berharap, setelah kegiatan ini siswa SD Bogor Raya semakin bijak dalam mengonsumsi informasi. Terutama informasi yang berasal dari media digital.
“Harapannya anak-anak tidak langsung percaya. Mereka bisa menilai apakah informasi itu benar, kredibel, atau tidak,” pungkasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin