RADAR BOGOR - SMP ITA el MAMUR menegaskan komitmennya mencetak generasi Qur’ani yang berdaya saing.
Komitmen itu diwujudkan SMP ITA el MAMUR melalui penguatan program tahfidz, literasi, komunikasi, dan pembinaan karakter.
Ya, SMP ITA el MAMUR menerapkan pendidikan berbasis nilai keislaman yang dipadukan dengan keterampilan abad 21. Model ini dinilai penting untuk menyiapkan siswa menghadapi tantangan global.
Program tahfidz menjadi salah satu fokus utama. Sekolah menetapkan target kelulusan hafalan minimal tiga juz. Namun, sejumlah siswa mampu melampaui target hingga empat sampai lima juz.
Pembinaan tahfidz dilakukan secara bertahap. Proses dimulai dari tahsin, penguatan makhraj dan tajwid, hingga tahapan menghafal. Setiap siswa wajib mengikuti tasmi’ di hadapan penguji dalam satu majelis.
Siswa yang lulus tasmi’ diperbolehkan melanjutkan hafalan ke juz berikutnya. Sementara siswa yang belum memenuhi standar harus mengikuti pengulangan dengan pendampingan khusus.
Selain tahfidz, sekolah juga menguatkan program literasi dan public speaking. Siswa dilatih melalui kegiatan mendongeng, presentasi, dan latihan berbicara di depan umum.
Kepala SMP ITA el MAMUR, Jusman, mengatakan bahwa tahfidz tidak bisa dipisahkan dari pembinaan karakter dan kompetensi dasar.
“Al-Qur’an menjadi pondasi. Literasi, komunikasi, dan karakter menjadi penguatnya. Semua itu penting untuk membentuk generasi berilmu dan berdaya saing,” kata Jusman.
Menurutnya, pendidikan saat ini tidak cukup hanya berfokus pada transfer pengetahuan. Sekolah juga harus membentuk keberanian, kreativitas, serta kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Ia menambahkan, pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membangun peradaban melalui ilmu dan akhlak.
Melalui pendekatan tersebut, SMP ITA el MAMUR menargetkan peningkatan capaian hafalan siswa hingga lima juz. Sekolah juga mendorong keikutsertaan siswa dalam ajang tahfidz dan literasi tingkat pelajar.
Sekolah menilai perpaduan antara pembinaan spiritual, penguatan kompetensi, dan disiplin pembelajaran dapat menjadi model pengembangan pendidikan Islam ke depan. (bay)
Editor : Yosep Awaludin