Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dari Pondasi Menjadi Legasi, Yayasan Sarana Wana Jaya Groundbreaking Pembangunan SMK Kehutanan Bakti Rimba

Alpin. • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:09 WIB
Pengurus Yayasan Sarana Wana Jaya, saat groundbreaking pembangunan SMK Kehutanan Bakti Rimba.
Pengurus Yayasan Sarana Wana Jaya, saat groundbreaking pembangunan SMK Kehutanan Bakti Rimba.

RADAR BOGOR – Yayasan Sarana Wana Jaya, secara resmi melakukan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan SMK Kehutanan Bakti Rimba.

Pembangunan SMK Kehutanan Bakti Rimba sebuah langkah monumental yang bukan sekadar membangun gedung, melainkan membangun generasi pembangun hutan dan kehutanan Indonesia.

Groundbreaking pembangunan SMK Kehutanan Bakti Rimba ini dihadiri dewan Pembina dan Pengurus Yayasan Sarana Wana Jaya, Kepala Pusat Diklat SDM Kementerian Kehutanan.

Hadir pula jajaran Yayasan Pendidikan Pengelolaan Pendidikan SDA, Yayasan Bina Wana Kencana, Kepala Desa Babakan, serta tokoh masyarakat setempat yang antusias menyambut dimulainya proyek visioner ini.

Ketua Umum Yayasan Sarana Wana Jaya, Iman Santoso dalam sambutannya menegaskan bahwa Pembangunan Gedung SMK Kehutanaan Bakti Rimba adalah jawaban atas tantangan krisis iklim global serta pembangunan hutan dan kehutanan.

"Hari ini kita tidak sedang menumpuk batu dan semen. Kita sedang meletakkan fondasi bagi para Forester," terangnya.

Di sini, kata Iman, generasi bangsa akan dididik bukan hanya sebagai penanam, namun sebagai 'arsitek hutan' yang menguasai teknologi dan bioteknologi untuk pelestarian plasma nutfah dan pemanfaatan hutan secara berkelanjutan.

Pembangunan gedung SMK Kehutanaan Bakti Rimba ini menjadi sarana edukasi bagi publik bahwa ilmu kehutanan telah berevolusi.

Dia menjelaskan, kurikulum SMK Kehutanaan Bakti Rimba dirancang berbasis lapang dengan memprioritaskan praktik serta memadukan teknologi terkini.

Berdiri di atas lahan seluas 4.480 m2, SMK Kehutanaan Bakti Rimba ini akan dilengkapi fasilitas berstandar industry, antara lain Smart class, yakni ruang belajar modern yang mengintegrasikan teknologi digital canggih.

Smart Laboratory, yakni laboratorium modern yang memanfaatkan teknologi untuk teknik pemetaan hutan, dan pengelolaan data geospasial.

Smart Library: perpustakaan digital yang terhubung dengan jurnal kehutanan dunia. Greenhouse & Nursery Modern: pusat pembibitan dengan kontrol iklim otomatis, serta Arboretum, yakni hutan buatan sebagai laboratorium hidup.

Di SMK Kehutanaan Bakti Rimba, menerapkan kurikulum modern yang dirancang untuk menjawab tantangan industri kehutanan global di era 5.0.

Kurikulum ini menjadi jembatan kokoh yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

"Kami percaya learning by doing. Struktur kurikulum kami didesain agar siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di "laboratorium alam"," terangnya.

Kehadiran SMK Kehutanan Bakti Rimba menjadi membawa angin segar bagi ekonomi dan pendidikan masyarakat sekitar.

Yayasan berkomitmen untuk memberikan porsi beasiswa bagi putra-putri daerah yang berprestasi, menjadikan sekolah ini sebagai mercusuar harapan untuk mobilitas sosial sekaligus kelestarian lingkungan.

Prosesi diakhiri dengan penanaman bibit pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri) di titik nol pembangunan.

Hal ini menjadi simbol filosofis bahwa pendidikan, seperti halnya pohon, memerlukan akar yang kuat untuk bisa tumbuh menjulang dan menaungi kehidupan di sekitarnya.(**)

Editor : Alpin.
#kehutanan #SMK Kehutanan Bakti Rimba #Yayasan Sarana Wana Jaya