Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Keren, Siswa SMA IT Ummul Quro Sulap Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Alternatif Ramah Lingkungan

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:05 WIB
Fadil (Pakai Helm) saat ditemui di event Expo Propil SMAIT Ummul Quro.
Fadil (Pakai Helm) saat ditemui di event Expo Propil SMAIT Ummul Quro.

RADAR BOGOR – Sampah plastik yang selama ini dipandang tak berguna, di tangan siswa SMAIT Ummul Quro diubah menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

Dialah Fadil, siswa kelas 11 SMAIT Ummul Quro Bogor. Bersama dengan dua orang rekannya ia mencoab menjawab persoalan sampah plastik.

Bahan bakar yang dihasilkan berupa cair dan gas. Keduanya telah berhasil dicoba melalui proses sederhana yang diciptakan Siswa SMAIT Ummul Quri itu. 

“Secara teori bisa juga untuk kendaraan. Tapi karena masih skala kecil, belum bisa diuji langsung,” ujar Fadil pada Radar Bogor, Jumat 23 Januari 2026.

Mengacu pada sejumlah jurnal ilmiah menyebutkan kualitas bahan bakar yang dihasilkan setara dengan diesel. Namun Fadil sadar, inovasi ini masih perlu banyak pengembangan.

Ide penelitian ini lahir dari keprihatinan. Sampah plastik disebu Fadil kini menjadi masalah global dan nasional yang belum mampu diselesaikan.

Data National Geographic mencatat sekitar 91 persen sampah plastik tidak dapat didaur ulang. Angka itu menjadi tamparan keras bagi Fadil sekaligus jadi pemicunya. “Kalau tidak kita cari solusinya, masalah ini akan terus menumpuk,” terang Fadil.

Dalam satu kali proses dua kilogram sampah plastik mampu diolah hanya sekitar dua hingga tiga jam. Hasilnya mampu menjadi 20 hingga 30 mililiter bahan bakar cair.

Proses pengolahan dilakukan menggunakan alat yang diberi bama Pyrolysis Chamber. Sampah plastik dipanaskan hingga mengeluarkan gas.

Gas tersebut kemudian dikondensasi hingga berubah menjadi cairan. Seluruh proses dilakukan tanpa pembakaran terbuka.

Menariknya, alat tersebut dibuat sendiri. Bahan-bahannya berasal dari barang bekas. Mulai dari barel, toples bekas makanan, hingga tong yang tak terpakai. Semua dirakit dengan keterbatasan.

“Ini bentuk ikhtiar kecil kami, alatnya kamu buat sendiri dengan barang bekas juga. Kami si berharap ini bisa terus dikembangkan ” pungkas Fadil, siswa kelas 11 SMAIT Ummul Quro. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#bahan bakar #sampah plastik #SMAIT Ummul Quro