RADAR BOGOR - Kuliah umum di UIKA Bogor berbeda dari biasanya, Senin 26 Januari 2026. Mereka menghadirkan penceramah kondang Ustadz Abdul Somad sebagai pematerinya.
Dalam kesempatan itu Ustadz Abdul Somad menyampaikan sejumlah pesan. Salah satunya mengajak para mahasiswa UIKA agar bisa menjadi generasi yang berdampak.
Pria yang akrab disapa UAS itu menyebut, ujian sesungguhnya bukan hanya soal sidang skripsi atau tesis. Tapi sejauh mana manusia bermanfaat untuk lingkungannya.
“Jangan mengukur keberhasilan pada nilai. Sebab ujian sesungguhnya adalah ketika kita ada di masyarakat,” jelas Ustadz Abdul Somad dalam paparan materinya.
Ia menegaskan sejatinya manusia terbagi dalam tiga golongan. Pertama sebagai pejuang, kedua penikmat dan terakhir sebagai generasi penghancur.
“Kalau sekarang ayah kita kaya, itu hanya ayah kita saja. Maka bersusah susah lah belajar. Suapaya tidak jadi penikmat aja. Apalagi penghancur,” tegas UAS.
Untuk bisa berdampak, mahasiswa disebutnya mesti dibekali dengan kompetensi. Mahasiswa diminta untuk menekuni dan mendalami hal-hal yang memang dikuasai.
“Jangan menekuni bidang yang tidak suka. Kalau tidak suka menghadapi orang banyak jangan ambil itu. Berkompetenlah sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tegasnya.
Ustadz Abdul Somad mencontohkan praktik yang dilakukan oleh aparatur pemerintah. Mereka memang tidak banyak bicara tapi tanda tangannya mampu mengubah kehidupan orang banyak.
“DPRD saat Paripurna disampaikan misalnya pemberian beasiswa. Itulah yang akan menjadi amal jariah. Sekda lewat tanda tangannya. Jadi sesuai kemampuan dan bidangnya,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin