Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dua Dekade KBOF, IBI Kesatuan Konsisten Fasilitasi Bakat Pelajar se Bogor Raya

Fikri Rahmat Utama • Senin, 26 Januari 2026 | 19:29 WIB
Penyerahan hadiah kepada para juara Bogor Olimpik Festival (KBOF) 2026 IBI Kesatuan.
Penyerahan hadiah kepada para juara Bogor Olimpik Festival (KBOF) 2026 IBI Kesatuan.

RADAR BOGOR – Kesatuan Bogor Olimpik Festival (KBOF) 2026 kembali digelar. Kegiatan yang digelar sejak 2005 ini menandai dua dekade ajang kompetisi pelajar yang diinisiasi Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor tersebut.

Kegiatan tahunan ini menjadi wadah pengembangan bakat dan prestasi siswa SMA dan SMK se-Bogor Raya di berbagai bidang akademik dan vokasi. Kegiatan ini digelar 22-25 Januari 2026 lalu.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IBI Kesatuan Bogor, Dr. Jan Horas V. Purba, mengatakan KBOF merupakan bentuk konsistensi kampus dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya bagi pelajar tingkat menengah.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak 2005 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-20.

“Ini menjadi bukti bahwa IBI Kesatuan konsisten memberikan ruang bagi siswa SMA dan SMK untuk berkompetisi dan menunjukkan prestasi terbaiknya,” ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 26 Januari 2026.

Pada KBOF 2026, tercatat sebanyak 116 sekolah berpartisipasi dengan total 342 siswa atau hampir 400 peserta.

Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Kota Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah di Bogor Raya, termasuk kawasan Puncak.

Jan Horas menilai KBOF memiliki dampak positif bagi peserta maupun sekolah.

Selain melatih kompetensi dan mental berkompetisi, prestasi yang diraih siswa juga berkontribusi terhadap peningkatan akreditasi sekolah.

“Kegiatan ini membuat siswa termotivasi menjadi lebih baik dan lebih pintar. Dari informasi para guru, prestasi siswa di ajang seperti ini juga berdampak pada penilaian akreditasi sekolah,” katanya.

Sementara itu, Ketua KBOF 2026, Dr. Yoyon Supriadi menjelaskan secara teknis KBOF tahun ini mempertandingkan 10 mata lomba.

Lomba ini disesuaikan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan industri.

“Ada 10 mata lomba yang dipertandingkan, mulai dari Akuntansi, Pasar Modal, Web Design, Digital Business berupa podcast, Lomba Masak, Banking Competition, Administrasi Perkantoran, Inovasi Produk, hingga Festival E-Sport,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah lomba didukung langsung oleh fasilitas laboratorium milik kampus, seperti Bank Mini untuk Banking Competition dan laboratorium kitchen untuk lomba memasak.

Dengan demikian, peserta dapat merasakan pengalaman yang mendekati praktik dunia nyata.

Menurut Yoyon, KBOF 2026 dilaksanakan selama tiga hari, yakni 22 hingga 24 Januari 2026, dan seluruh perlombaan yang digelar merupakan babak final.

Setiap mata lomba juga memperebutkan piala bergilir yang akan kembali dipertandingkan pada penyelenggaraan berikutnya.

“Ke depan, kami akan melakukan evaluasi agar persiapan lebih matang dan memungkinkan adanya sistem penyisihan secara online jika jumlah peserta terus bertambah. Dengan begitu, kualitas kompetisi bisa semakin meningkat,” ujarnya.

Selain sebagai ajang kompetisi, KBOF 2026 juga menjadi ruang kreativitas dan kolaborasi antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Kegiatan ini dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas akademik, kreativitas, inovasi, serta jiwa kewirausahaan generasi muda, sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan sportif.

Pada ajang ini, sejumlah sekolah berhasil meraih prestasi di berbagai kategori lomba.

Di antaranya pada kategori Accounting SMA, juara pertama diraih SMA Kesatuan Bogor, disusul SMA Insan Kamil dan SMA Marsudirini Bogor.

Sementara pada kategori Finance and Banking, SMK Boash 1 mendominasi posisi juara pertama dan kedua, diikuti SMKN 2 Cibinong di peringkat ketiga.

Untuk kategori Capital Market, juara pertama diraih SMAN 4 Bogor, disusul SMA Ibnu Aqil dan SMK Boash 1.

Pada Office Administration, SMK Boash 1 kembali meraih juara pertama, diikuti SMKN 1 Bogor dan SMK Negeri 1 Puncak Cisarua.

Kategori Product Innovation dimenangkan SMK Bhakti Insani Kota Bogor, disusul SMK Kusuma Bangsa Bogor dan SMK Bina Sejahtera Bogor.

Pada Web Design, juara pertama diraih SMK Informatika Pesat, diikuti SMKN 4 Kota Bogor dan SMA Marsudirini.

Untuk kategori Cooking, SMK Taruna Terpadu 2 keluar sebagai juara pertama, disusul SMKN 3 Kota Bogor dan SMK Wikrama.

Sementara pada Accounting SMK, juara pertama diraih SMK Taruna Terpadu 2, diikuti SMKN 1 Bogor dan SMK Ibnu Aqil.

Pada kategori Digital Business Model (Podcast Competition), peserta terbaik berasal dari SMKS Taruna Terpadu 2, SMAS Kesatuan, dan SMKN 1 Cisarua.

Sedangkan pada Festival E-Sport, juara diraih SMK Infokom, SMA Kesatuan, dan SMA Plus PGRI Cibinong.

IBI Kesatuan Bogor berharap KBOF dapat terus menjadi agenda rutin yang dinantikan sekolah-sekolah di Bogor Raya, sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda agar siap bersaing dan berprestasi di masa depan.(uma)

Editor : Alpin.
#IBI Kesatuan #Bogor Raya #SMA Kesatuan