RADAR BOGOR - Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Bogor, kembali menegaskan komitmennya dalam merawat kader dan meneguhkan arah gerakan melalui kegiatan “IPM-NYA LAGI NGECAMP”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Lembah Situhiang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada 24–25 Januari 2026 dan diikuti kader IPM dari berbagai Pimpinan Cabang se-Kabupaten Bogor.
Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, kaderisasi tidak cukup hanya berlangsung di ruang-ruang formal.
Melalui kegiatan ini, IPM hadir dengan pendekatan yang membumi menyatu dengan alam, menguatkan kesadaran kolektif, serta menumbuhkan solidaritas sebagai fondasi gerakan pelajar.
Tada buru alam menjadi medium refleksi, bahwa gerakan tidak lahir dari individu yang berjalan sendiri, melainkan dari kebersamaan yang dirawat secara sadar.
Ketua PD IPM Kabupaten Bogor, Ipan Supanji dalam sambutannya menegaskan bahwa “IPM-NYA LAGI NGECAMP” merupakan ikhtiar untuk mempererat ukhuwah kader sekaligus memperkuat nilai-nilai ke-IPM-an.
Kader tidak hanya diajak hadir secara fisik, tetapi juga terlibat dalam proses berpikir, berdiskusi, dan merumuskan arah gerak organisasi dalam suasana yang egaliter dan partisipatif.
Penguatan nilai kader juga disampaikan oleh Ayahanda Maulana Yusuf yang memberikan refleksi perjalanan gerakan pelajar Muhammadiyah.
Beliau menekankan bahwa ruang-ruang kaderisasi yang menyenangkan dan penuh keakraban justru menjadi lahan subur lahirnya kader-kader unggul.
Sejarah membuktikan, banyak tokoh hebat lahir dari proses yang sederhana, cair, namun konsisten dalam nilai dan tujuan.
Rangkaian kegiatan disusun secara kolektif dan bermakna, mulai dari pembukaan, masak dan makan bersama sebagai simbol kesetaraan, Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA), diskusi kader, diskusi buku, hingga berbagai aktivitas kebersamaan lainnya.
Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk membangun kesadaran organisasi sekaligus memperkuat ikatan emosional antarkader.
RAKORDA menjadi salah satu ruang strategis dalam kegiatan ini. Forum tersebut membahas progres program kerja cabang, tantangan organisasi, serta arah gerak IPM Kabupaten Bogor ke depan.
Pada malam hari, pentas seni menjadi ruang ekspresi dan perayaan kreativitas kader sebagai sebuah penegasan bahwa gerakan pelajar tidak hanya berpikir, tetapi juga merayakan kebudayaan dan keberagaman ekspresi.
Pagi hari diisi dengan kegiatan bedah buku sebagai bentuk ikhtiar menumbuhkan budaya literasi dan tradisi berpikir kritis di kalangan kader.
Peserta diajak untuk membaca secara reflektif, menyampaikan gagasan, serta melatih keberanian berbicara di ruang publik.
Literasi diposisikan sebagai senjata intelektual dalam perjuangan pelajar.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan rekreasi alam sebagai bentuk penyatuan kembali antara manusia, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dari sejuknya udara hingga hangatnya kebersamaan, kader kembali diingatkan bahwa gerakan yang besar selalu berangkat dari hati yang terhubung dan tujuan yang sama.
Melalui kegiatan “IPM-NYA LAGI NGECAMP”, PD IPM Kabupaten Bogor meneguhkan harapan lahirnya kader-kader yang tidak hanya solid secara struktural, tetapi juga progresif secara pemikiran dan responsif terhadap realitas sosial.
Kader IPM diharapkan siap menjadi pelajar yang berilmu, berakhlak, dan berdaya juang dalam menggerakkan perubahan, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun di tengah masyarakat.(**)
Penulis: Fathan Al-haqqi
Editor : Alpin.