RADAR BOGOR - SMPN 10 Kota Bogor resmi merayakan hari jadinya yang ke-33 dengan serangkaian kegiatan inovatif dan sosial pada Kamis, 29 Januari 2026.
Adapun, momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi internal sekolah, tetapi juga mendapatkan apresiasi khusus dari Pemerintah Kota Bogor sebagai model pengembangan literasi dan bakat siswa di wilayah Bogor Utara.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Herry Karnadi, memberikan pujian terhadap konsistensi sekolah dalam memberikan ruang berekspresi bagi peserta didik.
"Saya sangat mengapresiasi bakat-bakat yang diasah selama di sekolah. Tadi saya melihat penampilan tari, lengser, dan potensi lainnya. Hal ini sangat penting karena skill di luar pelajaran sekolah akan menjadi bekal berharga bagi siswa di jenjang berikutnya," ujar Herry Karnadi di sela-sela acara.
Ajang Unjuk Bakat yang Berkelanjutan Herry menekankan bahwa sekolah-sekolah di Kota Bogor perlu memperbanyak ajang pementasan seperti yang dilakukan SMPN 10.
Menurutnya, peringatan hari ulang tahun sekolah harus dimanfaatkan sebagai tambahan frekuensi bagi siswa untuk tampil di depan publik.
"Ajang pentas seperti ini harus diperbanyak, baik saat akhir tahun ajaran, perpisahan, MPLS, maupun hari ulang tahun sekolah. Tujuannya agar siswa tidak hanya tampil setahun sekali, tapi memiliki banyak kesempatan untuk menunjukkan bakatnya," tambah Kadisdik.
Inovasi Literasi dan Peluncuran Karya Ilmiah Sejalan dengan visi Kadisdik, Kepala SMP Negeri 10 Kota Bogor, Darmaswara, menegaskan bahwa HUT ke-33 ini menjadi momentum peluncuran karya tulis nyata.
Sekolah resmi meluncurkan buku kumpulan Best Practice karya para guru serta buku riset Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
"Puncaknya adalah launching buku Best Practice karya guru dari semua mata pelajaran. Ini adalah dokumentasi inovasi mengajar yang kami harapkan menjadi referensi literasi bagi dunia pendidikan di Kota Bogor," jelas Darmaswara.
Selain fokus pada prestasi akademik dan seni, perayaan ini juga diisi dengan kegiatan kemanusiaan yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari Kecamatan Bogor Utara, Polsek, hingga Badan Pangan Nasional.
Beberapa agenda utama meliputi Bazar Pangan Murah, Menyediakan kebutuhan pokok terjangkau yang langsung habis diserbu warga sekitar sekolah.
Aksi Donor Darah: Berkolaborasi dengan PMI untuk membantu ketersediaan stok darah di Kota Bogor.
"Kami ingin keberadaan SMPN 10 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah target utama kami, kebermaknaan untuk lingkungan sekitar," tutup Darmaswara.
Melalui sinergi antara kebijakan Dinas Pendidikan dan inovasi sekolah, SMP Negeri 10 Kota Bogor diharapkan terus menjadi pilot project dalam mencetak generasi yang unggul secara akademis sekaligus kaya akan kreativitas seni dan kepedulian sosial.(ded)
Editor : Alpin.