RADAR BOGOR - Persiapan Praktik Kinerja Guru di Ruang GTK menjadi tahapan penting yang harus dipahami dengan benar oleh guru setelah perencanaan kinerja selesai dilakukan dan SKP dialirkan ke sistem e-Kinerja BKN.
Dilansir dari kanal Calon Guru (Kanjeng Mariyadi), pada periode Februari, fokus utama bukan lagi menyusun rencana, melainkan menyiapkan pelaksanaan praktik kinerja yang akan menjadi dasar observasi oleh Kepala Sekolah.
Oleh karena itu, pemahaman alur, fungsi menu, serta isi dokumen persiapan menjadi kunci agar proses berjalan lancar tanpa kesalahan administrasi.
1. Konteks Waktu dan Alur Kinerja Guru
Dalam siklus pengelolaan kinerja tahunan, bulan Januari difokuskan untuk perencanaan kinerja, termasuk penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK). Memasuki bulan Februari, guru diarahkan ke tahap persiapan praktik kinerja.
Tahap ini bersifat administratif sekaligus koordinatif karena berisi diskusi awal dengan Kepala Sekolah sebelum observasi kelas benar-benar dilaksanakan pada bulan berikutnya.
Inti dari fase ini adalah pengisian dokumen “Diskusi Persiapan” sebagai bentuk kesepakatan awal antara guru dan atasan.
2. Cara Mengakses Menu Pengelolaan Kinerja di Ruang GTK
Guru perlu masuk ke platform Ruang GTK menggunakan akun belajar.id melalui laman guru.kemdikbud.go.id atau beranda Ruang GTK. Setelah berhasil login, pilih menu Pengelolaan Kinerja dan pastikan periode kinerja yang aktif adalah Januari-Desember 2026.
Selanjutnya, masuk sebagai Pegawai untuk melihat lini masa kinerja. Pada tampilan timeline, status bulan Februari akan menunjukkan posisi Persiapan Praktik Kinerja sebagai tahapan yang harus diselesaikan.
3. Tahap Pelaksanaan Tugas Pokok
Sebelum mengisi praktik kinerja, guru wajib melakukan konfirmasi pelaksanaan tugas pokok. Pada bagian ini, klik tombol “Lakukan” di menu Pelaksanaan Tugas Pokok.
Sistem akan menampilkan daftar RHK yang telah disusun sebelumnya, seperti perencanaan pembelajaran, pelaksanaan penilaian, hingga tugas tambahan seperti wali kelas. Perlu dipahami bahwa pada tahap ini guru tidak diwajibkan mengunggah bukti dukung ke dalam sistem.
Dokumen fisik seperti modul ajar, jurnal pembelajaran, atau presensi cukup disiapkan secara mandiri dan ditunjukkan secara langsung kepada Kepala Sekolah jika diperlukan.
Setelah memastikan tugas pokok telah dilaksanakan, guru cukup mencentang pernyataan pelaksanaan dan menyimpannya hingga status berubah menjadi “Cek”.
4. Tahap Praktik Kinerja sebagai Inti Persiapan Februari
Tahap praktik kinerja merupakan fokus utama pada bulan Februari. Guru perlu mengklik “Lakukan” pada bagian Praktik Kinerja untuk mulai mengisi dokumen persiapan.
Di dalamnya akan terlihat indikator kinerja yang telah dipilih sebelumnya, misalnya indikator terkait pemberian umpan balik konstruktif. Guru dapat meninjau rubrik observasi untuk memahami perilaku yang diharapkan serta hal-hal yang perlu dihindari saat pelaksanaan observasi nanti.
Pengisian dokumen persiapan terdiri dari tiga komponen utama. Pertama adalah Target Perilaku, di mana guru dapat memilih satu, dua, atau seluruh target perilaku yang tersedia sesuai kebutuhan pengembangan diri.
Target ini menjadi fokus observasi yang akan dinilai. Kedua adalah Upaya Mempelajari, yaitu kolom isian singkat yang menjelaskan langkah konkret guru untuk mencapai target perilaku tersebut.
Karena kolom ini dibatasi jumlah karakter, guru disarankan menuliskan rencana yang padat dan relevan, seperti melakukan observasi perilaku siswa, berdiskusi dengan rekan sejawat atau komunitas belajar, mengikuti pelatihan, serta menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Ketiga adalah Jadwal Observasi, yang idealnya ditentukan melalui diskusi terlebih dahulu dengan Kepala Sekolah agar tidak berbenturan dengan agenda lain.
Pada bagian ini, guru mengisi tanggal observasi, jenjang dan kelas, mata pelajaran, serta catatan tambahan seperti jam pelaksanaan observasi jika diperlukan.
5. Penyimpanan dan Pengumpulan Dokumen Persiapan
Setelah seluruh kolom terisi, guru perlu meneliti kembali isian dokumen untuk memastikan tidak ada kesalahan. Sistem menyediakan opsi Simpan Draf apabila guru belum yakin atau masih menunggu konfirmasi, serta opsi Kumpulkan jika seluruh data sudah final.
Setelah dikumpulkan, status praktik kinerja akan menunggu persetujuan Kepala Sekolah sebagai atasan sebelum guru dapat melanjutkan ke tahap observasi.
6. Menu Pengembangan Kompetensi dan Refleksi
Selain praktik kinerja, terdapat menu Pengembangan Kompetensi yang memuat isian refleksi berupa inspirasi dan penerapan. Refleksi ini tidak dianjurkan diisi pada tahap persiapan.
Pengisian refleksi sebaiknya dilakukan setelah praktik kinerja dan observasi selesai agar isi refleksi benar-benar berdasarkan pengalaman nyata selama proses pembelajaran dan penilaian kinerja.***
Editor : Asep Suhendar