Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fakultas Kedokteran IPB University Resmi Menjadi Fakultas Kedokteran dan Gizi, Yuk Cari Tahu Alasannya!

Yosep Awaludin • Selasa, 10 Februari 2026 | 11:00 WIB
Gedung IPB University dan highlight Fakultas Kedokteran dan Gizi.
Gedung IPB University dan highlight Fakultas Kedokteran dan Gizi.

RADAR BOGOR - IPB University resmi membuka Fakultas Kedokteran dan Gizi sebagai langkah penguatan pendidikan di bidang kesehatan.

Berawal hanya dari Fakultas Kedokteran kini mengganti nama menjadi FKGiz atau Fakultas Kedokteran dan Gizi.

Kehadiran Fakultas Kedokteran dan Gizi ini menjadi bagian dari upaya IPB University dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan yang terus berkembang.

Fakultas Kedokteran dan Gizi tidak hanya menghadirkan pendidikan kedokteran, tetapi juga mengintegrasikan keilmuan gizi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan IPB University.

Dengan pembukaan fakultas ini, IPB University membuka peluang baru bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan kesehatan yang berbasis sains, riset, dan pendekatan multidisiplin.

Melalui Website @ipb.ac.id, Dr. Alim Setiawan Rektor IPB University menuturkan, penggabungan Fakultas Kedokteran dan Departemen Gizi Masyarakat ini, merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan keilmuan, pendidikan, dan riset di bidang kesehatan dan gizi yang terintegrasi, relevan dengan tantangan nasional dan global.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr.dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG juga menjelaskan bahwa, Indonesia masih menghadapi persoalan serius seperti stunting, malnutrisi, penyakit metabolik, kesehatan ibu dan anak, serta beban ganda penyakit menular dan tidak menular.

Tantangan ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan kedokteran klinis. Integrasi kedokteran dan gizi menjadi kunci untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

Ia menuturkan juga bahwa faktor gizi, pangan, lingkungan, dan perilaku tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan menjadi bagian penting dalam memahami penyakit sekaligus upaya pencegahannya.

Melalui laman website @ipb.ac.id Rektor IPB juga menguraikan secara substantif dengan 6 pertimbangannya.

1. Pendekatan Holistik 

Penguatan pendekatan holistik dalam pelayanan dan pengembangan kesehatan berbasis klinis dan gizi. 

Hal ini sebagai bagian dalam praktik kedokteran modern khususnya dalam penanganan penyakit tidak menular, kesehatan ibu dan anak serta penguatan kesehatan masyarakat.

2.Kebutuhan Tenaga Kesehatan

Sebagai upaya menjawab kebutuhan tenaga kesehatan sekaligus mendukung agenda kebijakan gizi nasional.

Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) diarahkan menjadi pusat penghasil sumber daya manusia kesehatan yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga pemahaman yang kuat terhadap isu gizi dan pangan.

3. Penguatan Keilmuan

Pengembangan keilmuan transdisipliner berbasis pendekatan one health. Penggabungan ini memperkuat pengembangan keilmuan yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan lingkungan, serta sistem pangan dan pertanian dalam satu kerangka one health.

4. Memperkuat kolaborasi riset, inovasi, serta meningkatkan daya saing institusi

Mendorong riset lintas disiplin dan produk inovasi kesehatan, mulai dari biomedik, nutrugenomik, kesehatan masyarakat, pangan fungsional, hingga teknologi kesehatan.

5. Mempercepat integrasi keilmuan kedokteran

Lulusan diharapkan memiliki karakter yang kuat dan dekat dengan masyarakat, sehingga mampu memperdalam peran gizi sebagai bagian dari pendekatan kesehatan yang menyeluruh.

Pendekatan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari edukasi kesehatan, upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan kuratif dan paliatif.

6. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan

Pengelolaan dosen, laboratorium, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur riset dilakukan secara terpadu.

Dengan pengelolaan tersebut, diharapkan tercipta efisiensi pembiayaan, penguatan kapasitas dosen lintas keahlian, serta peningkatan kualitas layanan akademik dan kegiatan riset.

Membuka Program Studi Nutrisionis

Tak hanya itu, untuk mendukung peresmian fakultas kedokteran dan Gizi, IPB University juga membuka program Studi Nutrisionis pada tahun ini.

Program ini hadir sebagai kebutuhan layanan gizi yang berkualitas dan ketersediaan tenaga nutrisionis.

Untuk mendukung kegiatan pendidikan dan praktik klinis, IPB University juga menyiapkan rencana pengembangan rumah sakit pendidikan.

Fasilitas ini dirancang sebagai sarana pembelajaran interprofesional, sekaligus pusat riset serta layanan kesehatan yang berfokus pada upaya promotif dan preventif.

Ia menjelaskan bahwa rumah sakit pendidikan IPB akan menjadi ruang kolaborasi nyata antara dokter dan ahli gizi dalam memberikan layanan kesehatan.

Dari sisi prospek karier, lulusan Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) memiliki peluang kerja yang cukup luas, mulai dari layanan kesehatan primer dan rujukan, program kesehatan masyarakat, industri pangan dan nutrisi, instansi pemerintahan, hingga lembaga riset di tingkat nasional maupun internasional.

Dr. Ivan menyampaikan optimisme bahwa FKGiz akan melahirkan sumber daya manusia kesehatan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Melalui Fakultas Kedokteran dan Gizi, IPB University membuka babak baru dalam pendidikan kesehatan.

Dengan pendekatan yang terintegrasi antara kedokteran dan gizi, fakultas ini diharapkan dapat menjadi ruang lahirnya tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan masyarakat. (Dian/Vokasi IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#kesehatan #Fakultas kedokteran dan gizi #ipb university