RADAR BOGOR - Helaran Pentas Seni (Pensi) Vaslarawa 2026 kembali digelar di SMPN 9 Kota Bogor, Kamis 12 Februari 2026.
Penampilan pamungkas dari band Vase Akhir sukses menutup rangkaian acara dengan energi tinggi, sementara penampilan angklung dan tarian adat turut memeriahkan suasana.
Band Vase Akhir yang beranggotakan lima personel membawakan dua lagu ikonik. Mereka membuka panggung dengan Creep dari Radiohead, dan menutup dengan Terlalu Lama milik Vierratale.
Kombinasi permainan gitar Rafa dan Kahfi yang solid, hentakan drum Sello, bas menghentak Deva Ramadhan Izz Najmussabah, serta vokal Audy yang emosional berhasil menghipnotis seluruh penonton.
Vaslarawa 2026 sendiri melibatkan seluruh siswa SMPN 9, mulai dari kelas 7 hingga kelas 9, dengan total 25 penampilan yang meramaikan panggung seni.
Salah satu sorotan utama adalah penampilan angklung, yang dikolaborasikan dengan tarian adat tradisional. Audiens bahkan diajak menari di depan panggung, menambah keseruan acara.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 9 Bogor, Agus Subianto, mengatakan angklung memang sudah menjadi bagian dari ekstrakurikuler sekolah.
“Yang bermain angklung tadi itu anak-anak kita semua. Ini memang sudah jadi Ekskul kami,” ujar Agus. Ia menambahkan, penampilan angklung menjadi salah satu upaya sekolah untuk melestarikan budaya Sunda yang kental di Kota Bogor.
Koordinator Ekskul Angklung SMPN 9, M. Faisal Farid, menegaskan musik angklung bukan sekadar hiburan, tetapi simbol kearifan lokal dan warisan budaya Indonesia. “Angklung tetap memegang nilai budaya dan sejarah yang mendalam di masyarakat Sunda, sehingga perlu dilestarikan,” tuturnya.
Agus berharap misi pelestarian budaya ini tidak berhenti di sekolah saja, namun dapat dibawa siswa hingga jenjang pendidikan berikutnya.
Penampilan band, angklung, dan tarian adat menunjukkan kolaborasi seni modern dan tradisional yang berhasil menyatukan semua generasi di Vaslarawa 2026.(ded)
Editor : Alpin.