Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peran Supervisi Akademik dalam Pembinaan dan Pengembangan Profesional Guru di SMP Islam Nurul Hidayah Depok

Eka Rahmawati • Minggu, 15 Februari 2026 | 09:47 WIB
Nursipa mahasiswa Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur
Nursipa mahasiswa Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur

Oleh: Nursipa

RADAR BOGOR - Pelaksanaan supervisi akademik di SMP Islam Nurul Hidayah Depok mencerminkan praktik kepemimpinan pendidikan yang profesional dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.

Hal ini terlihat dari proses supervisi yang dilaksanakan secara terencana dan sistematis, sehingga tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh aspek pembinaan guru.

Penggunaan teknik supervisi individual dan kelompok juga menunjukkan bahwa sekolah berusaha menyesuaikan strategi pembinaan dengan kebutuhan nyata guru di lapangan.

Pendekatan seperti ini sangat relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran karena setiap guru memiliki karakter, pengalaman, dan tantangan yang berbeda dalam proses mengajar.

Pendekatan kolaboratif yang dominan digunakan juga menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan supervisi akademik.

Ketika kepala sekolah memposisikan guru sebagai mitra profesional, maka akan tercipta suasana kerja yang lebih terbuka dan kondusif, guru akan lebih nyaman dalam menyampaikan kendala yang dihadapi, baik terkait metode pembelajaran, pengelolaan kelas, maupun penyusunan perangkat pembelajaran.

Proses identifikasi masalah melalui observasi kelas, analisis perangkat pembelajaran, dan dialog reflektif merupakan langkah yang tepat karena memberikan gambaran objektif terhadap kondisi pembelajaran yang sebenarnya.

Dengan demikian, solusi yang diberikan tidak bersifat umum, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan guru.

Namun demikian, saya menilai masih terdapat beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama. Ketidaksiapan perangkat pembelajaran, faktor psikologis guru seperti rasa cemas saat disupervisi serta keterbatasan waktu menjadi hambatan yang cukup nyata.

Jika tidak dikelola dengan baik, hambatan tersebut dapat mengurangi efektivitas supervisi akademik. Oleh karena itu, diperlukan strategi lanjutan seperti pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, pendampingan personal, serta penjadwalan supervisi yang lebih fleksibel agar guru dapat mempersiapkan diri dengan optimal.

Di sisi lain, saya berpendapat bahwa supervisi akademik yang dilakukan secara humanis, kolaboratif, dan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan secara umum, khususnya di wilayah Depok dan juga dalam konteks pendidikan di Indonesia.

Jika supervisi akademik terus dikembangkan dengan mengedepankan pembinaan daripada penilaian semata, maka kualitas pembelajaran di sekolah akan semakin meningkat. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak positif terhadap kualitas lulusan serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

Kesimpulannya, saya menilai bahwa pelaksanaan supervisi akademik yang sudah berjalan perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Supervisi tidak hanya menjadi alat kontrol, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi guru untuk terus berkembang secara profesional.

Dengan supervisi yang berkualitas, maka tujuan pendidikan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik akan lebih mudah tercapai.***

Penulis: Nursipa
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta

Editor : Eka Rahmawati
#guru #depok #SMP Islam Nurul Hidayah