Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Prodi Gizi Universitas Muhammadiyah Bogor Raya Hadiri Munas AsNI 2026, Perkuat Kompetensi dan Kolaborasi Nutrisionis Nasional

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 19 Februari 2026 | 08:50 WIB
Berfoto bersama di sela Munas Asni.
Berfoto bersama di sela Munas Asni.

RADAR BOGOR - Program Studi S1 Gizi Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) turut ambil bagian dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Workshop Asosiasi Nutrisionis Indonesia (AsNI) yang digelar pada 13–14 Februari 2026 di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung.

Kehadiran ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran nutrisionis yang profesional, kolaboratif, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan gizi nasional.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan beragam agenda, mulai dari sesi pleno (plenary), nutriprogram masterclass, gala dinner, hingga pameran gizi.

Peserta Munas dan workshop berasal dari berbagai kalangan, baik akademisi maupun praktisi nutrisionis lintas sektor di Indonesia.

Pada sesi pembukaan hari pertama, Ketua Pengurus Pusat AsNI, Andriyanto menyampaikan, organisasi tersebut merespons dinamika kebijakan global di bidang nutrisi yang selaras dengan isu pembangunan sumber daya manusia, dengan menempatkan gizi sebagai investasi penting.

Ia juga menegaskan bahwa workshop ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama sekaligus memperkuat jejaring antar nutrisionis dari berbagai wilayah dan bidang.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PERSAGI, Doddy Izwardy, menjelaskan bahwa Munas AsNI berfokus pada penguatan dan pengembangan peran nutrisionis di Indonesia.

Ia menilai, kegiatan ini dapat mempererat sinergi antara AsNI dan PERSAGI dalam berbagai aspek, mulai dari inovasi, kode etik, riset, edukasi, hingga advokasi, sehingga mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat di bidang gizi.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, yang secara resmi membuka kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pentingnya lima karakter positif Panca Waluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer, sebagai nilai dasar dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Momentum penting lainnya adalah peluncuran Pendidikan Profesi Nutrisionis yang mendapat dukungan dari berbagai organisasi dan lembaga, seperti PERSAGI, AsNI, AIPGI, AIPVOGI, Konsil Gizi, Kolegium Gizi, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Kementerian Ketenagakerjaan.

Sesi plenary diisi oleh sejumlah narasumber yang membahas peran strategis nutrisionis dalam mendukung program gizi nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), perluasan peluang kerja tenaga gizi, serta standar kompetensi nutrisionis beserta arah kebijakannya ke depan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan dua program masterclass bertema “Manajemen Program Gizi Berbasis Bukti” dan “Implementasi HACCP dalam Penyelenggaraan Makan” yang diselenggarakan oleh AsNI.

Kedua sesi ini memberikan pemahaman mendalam dan praktik langsung kepada peserta terkait pengelolaan program gizi yang efektif dan berbasis standar keamanan pangan.

Kepala Program Studi S1 Gizi UMBARA, Ika Puspa Windardi, mengikuti workshop implementasi HACCP yang dinilai sangat bermanfaat dalam pengembangan kurikulum dan mata kuliah di program studi.

Ia menilai, pemahaman terhadap prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) menjadi hal penting dalam menjamin keamanan pangan, khususnya di institusi penyelenggaraan makanan.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi komprehensif yang dipandu langsung oleh fasilitator pada setiap sesi masterclass, termasuk penugasan yang disesuaikan dengan materi yang diberikan.

Rangkaian workshop ditutup dengan sesi dokumentasi bersama di masing-masing kelas.

Melalui penyelenggaraan Munas dan Workshop AsNI ini, diharapkan para nutrisionis dapat semakin meningkatkan kapasitas dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi program gizi secara efektif, efisien, dan kolaboratif, guna mendukung peningkatan status gizi masyarakat Indonesia. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ASNI #Umbara #Universitas Muhammadiyah Bogor Raya