RADAR BOGOR - IPB University resmi menjadi tuan rumah Kick-off Meeting Proyek ENHANCE (European–Indonesian Partnership for Strengthening Sustainability and Environmental Education), Selasa 24 Februari 2026.
Proyek bergengsi ini mempertemukan tujuh perguruan tinggi dari Indonesia dan Eropa dalam satu konsorsium termasuk IPB Universty untuk memperkuat pendidikan tinggi berbasis keberlanjutan.
Tak tanggung-tanggung, ENHANCE mendapat dukungan pendanaan dari Uni Eropa sebesar €790.695 atau sekitar Rp15,68 miliar.
Dana tersebut diharapkan menjadi amunisi penting dalam mendorong transformasi kurikulum, riset transdisipliner, hingga penguatan tata kelola kelembagaan perguruan tinggi di Indonesia.
Konsorsium internasional ini melibatkan Universiteit Maastricht (Belanda), Università Cattolica del Sacro Cuore (Italia), serta University of Göttingen (Jerman).
Dari dalam negeri, selain IPB University, proyek ini menggandeng Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Palangka Raya.
Proyek ENHANCE dirancang untuk merespons beragam tantangan pembangunan Indonesia, mulai dari deforestasi, degradasi lahan gambut, kerentanan bencana, hingga tekanan terhadap keanekaragaman hayati.
Melalui pendekatan berbasis masalah (problem-based learning) dan systems thinking, konsorsium membangun tiga pilar utama yakni penguatan kapasitas institusi, inovasi pendidikan, pengembangan riset transdisipliner yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan publik.
Selama implementasi, ENHANCE menargetkan peningkatan kapasitas lebih dari 120 staf akademik dan manajerial, serta melibatkan sedikitnya 450 mahasiswa dalam kurikulum baru atau revisi berbasis prinsip keberlanjutan.
Tak hanya itu, konsorsium juga akan menyusun strategi pengembangan graduate school keberlanjutan di empat perguruan tinggi Indonesia, sekaligus membangun platform kolaborasi nasional dan internasional guna memperkuat jejaring riset.
Sementara itu, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan komitmen institusinya dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi berbasis keberlanjutan.
“Melalui ENHANCE, kami mendorong sinergi nyata antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam pidato kunci menekankan pentingnya kemitraan internasional dalam memperkuat kapasitas pendidikan tinggi nasional.
Kolaborasi seperti ENHANCE dinilai membuka ruang pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik agar perguruan tinggi Indonesia mampu melahirkan lulusan dengan kompetensi keberlanjutan yang relevan secara global.
Project Manager ENHANCE dari MSM Belanda, Gigi Limpens, menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada pengembangan kurikulum, tetapi juga penguatan tata kelola dan keberlanjutan institusional.
Kolaborasi lintas negara, menurutnya, menciptakan ruang pembelajaran setara dengan dampak jangka panjang.
Proyek ENHANCE juga mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender, inklusivitas, dan transformasi digital dalam seluruh rangkaian kegiatannya.
Target akhirnya adalah melahirkan model pendidikan pascasarjana keberlanjutan yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing global.
Kick-off meeting di Kampus IPB University Dramaga ini sekaligus menandai komitmen strategis kemitraan Eropa–Indonesia dalam memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai motor transformasi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Air. (ded)
Editor : Yosep Awaludin