RADAR BOGOR - Fakultas Sains, Teknologi, dan Komunikasi (FASTEKOM) Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) sukses menyelenggarakan webinar kewirausahaan yang berfokus pada bagaimana memulai bisnis dan membesarkannya secara berkelanjutan.
Acara ini menghadirkan tokoh praktisi bisnis nasional, Toni Firmansyah, yang merupakan Anggota BPH UMBARA sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan (LP) UMKM PP Muhammadiyah periode 2022–2027.
Dekan FASTEKOM UMBARA, Rudi Haryono memberikan sambutan terkait webinar ini merupakan langkah konkret kampus untuk membekali mahasiswa dengan entrepreneurial mindset.
"Kolaborasi dengan praktisi seperti Toni Firmansyah sangat penting untuk memberikan gambaran nyata mengenai ekosistem bisnis bagi mahasiswa di seluruh prodi yang ada di UMBARA," ujarnya.
Rektor UMBARA, Edy Sukardi menyampaikan dalam keynote speech-nya menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi untuk menciptakan lulusan yang inovatif dan mandiri.
“UMBARA sangat berterima kasih dan apresiasi kepada Bapak Toni yang di tengah tengah kesibukannya yang luar biasa namun berkenan sharing ilmu dan pengalamannya yang luar biasa dalam memulai bisnis,“ terangnya.
Selanjutnya materi utama Webinar Kewirausahaan dan UMKM disampaikan oleh narasumber, Toni Firmansyah, yang merupakan Founder 80.000 UMKM SR12 dan President Director CMM Group, membedah materi bertema "Membangun Sebuah Bisnis Berkelanjutan".
Ia menekankan lima pilar utama, yakni Visi dan Target, Angka Bisnis, Sistem dan SOP, Networking, serta Risiko Terukur.
"Bisnis yang kuat harus memiliki standar mutu produk dan pelayanan yang stabil untuk membangun reputasi jangka panjang," tuturnya.
Peserta sangat antusias menggali tips praktis mengenai manajemen risiko dan cara membangun sistem bisnis bagi pemula.
Webinar diakhiri dengan sesi foto virtual bersama seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UMBARA dalam mewujudkan visi sebagai kampus yang Unggul, Berjiwa Entrepreneur, dan Religius, guna melahirkan kader bangsa yang tangguh menghadapi tantangan ekonomi global.(**)
Editor : Alpin.