RADAR BOGOR - SMAN 10 Kota Bogor menggelar Pesantren Ekologi di Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah.
Pesantren Ekologi SMAN 10 Kota Bogor ini mengintegrasikan penguatan ibadah dengan aksi nyata kepedulian lingkungan yang diikuti seluruh siswa.
Sejak pagi, para siswa SMAN 10 Kota Bogor telah berkumpul di sekolah dengan membawa Al-Qur’an dan perlengkapan ibadah.
Kegiatan diawali dengan ibadah bersama, kemudian dilanjutkan materi keagamaan yang dikaitkan dengan peran manusia sebagai khalifah di bumi. Konsep tersebut menjadi ruh utama Pesantren Ekologi.
Koordinator Pesantren Ekologi SMAN 10 Kota Bogor, Ustadzah Sri, mengatakan rangkaian kegiatan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata.
“Program ini meliputi aksi hemat energi, kebersihan lingkungan sekolah, serta penanaman pohon. Selain itu ada tadarus, hafalan Al-Qur’an, dan salat duhur berjamaah,” ujarnya.
Tak hanya menekankan aspek spiritual dan lingkungan, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian sosial siswa. Salah satunya melalui program berbagi menggunakan rantang khanayah.
Pada Ramadan tahun ini, masjid sekolah juga difungsikan sebagai tempat penerimaan dan penyaluran zakat fitrah.
Melalui mekanisme tersebut, siswa dapat belajar langsung praktik ibadah sosial di lingkungan sekolah.
Respons positif datang dari para peserta. Reva, siswa kelas X E, menilai Pesantren Ekologi memberi pengalaman yang lebih lengkap dibanding kegiatan Ramadan pada umumnya.
“Pesantren Ekologi tidak hanya belajar agama, tetapi juga mengajarkan kami menjaga lingkungan seperti menanam pohon, mengelola sampah, menjaga kebersihan, serta hemat air dan listrik,” ungkapnya.
Kepala SMAN 10 Kota Bogor, Supeni, berharap program ini mampu membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan pada diri siswa. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memperkuat pembiasaan tersebut di rumah.
“Harapannya siswa terbiasa hidup bersih dan sehat, peduli penggunaan sumber daya alam, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.
Menurut Supeni, esensi kegiatan Ramadhan di sekolah bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan proses pembentukan karakter.
Melalui Pesantren Ekologi, pihaknya ingin menghadirkan pendidikan yang menyatukan dimensi keimanan, kepedulian lingkungan, dan kepekaan sosial.
“Kami berharap keimanan dan ketakwaan siswa meningkat sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia dan peduli terhadap lingkungan serta sesama,” pungkasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin