Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perkuat SDM Bidang Kesehatan, IPB University Jalin Kerja Sama dengan Danone Indonesia dalam Program Praktik Kerja Profesi Gizi

Ahmad Sopyan • Selasa, 3 Maret 2026 | 15:04 WIB

IPB University dan Danone Indonesia menjalin kerja sama pada program Praktik Profesi Gizi.
IPB University dan Danone Indonesia menjalin kerja sama pada program Praktik Profesi Gizi.

RADAR BOGOR - Institut Pertanian Bogor (IPB) University melalui Fakultas Kedokteran dan Gizi menjalin kolaborasi dengan Danone Indonesia dalam penyelenggaraan program Praktik Kerja Profesi (internship) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis. Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas calon nutrisionis sekaligus mendorong transformasi pendidikan profesi gizi agar lebih kolaboratif, aplikatif, serta selaras dengan kebutuhan industri dan tantangan kesehatan masyarakat saat ini.

Penandatanganan kerja sama dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Kedokteran dan Gizi Gedung A.M. Satari Lantai 1, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Selasa, 3 Maret 2026. 

Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen IPB dalam menghadirkan pendidikan profesi yang adaptif terhadap perkembangan isu kesehatan dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Potensi Besar Bogor, Wali Kota Dedie Rachim Sebut Kopi Kopyor hingga Halal Center IPB

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan keilmuan secara nyata dan memberikan dampak langsung.

Ia menambahkan, fakultas memiliki posisi strategis dalam mengembangkan pendekatan kesehatan yang mengintegrasikan aspek manusia, lingkungan, dan sistem sosial. Oleh karena itu, kerja sama lintas sektor, termasuk dengan industri seperti Danone Indonesia, menjadi penting untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman mengenai penerapan riset serta pendekatan berbasis bukti dalam praktik profesional di sektor kesehatan dan gizi.

“Kami berharap lulusan nantinya mampu berkontribusi di layanan kesehatan primer, menjembatani teori dengan praktik di masyarakat, serta menghadirkan dampak yang terukur bagi kesehatan publik,” ujarnya.

Baca Juga: Umroh di Tengah Konflik Timur Tengah, Cerita Pengalaman Jamaah Asal Bogor yang Pasrah di Madinah

Program praktik profesi tersebut akan melibatkan mahasiswa sepanjang tahun 2026 melalui beberapa gelombang pelaksanaan. Selama mengikuti program, peserta tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan seperti penyusunan materi edukasi berbasis sains, pembuatan konten komunikasi kesehatan, pelaksanaan diskusi dan webinar, hingga layanan konsultasi gizi bagi karyawan dan masyarakat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga dengan balita.

Medical Science Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan tenaga kesehatan yang adaptif dan berbasis praktik nyata.

Ia menilai kompleksitas tantangan kesehatan masyarakat saat ini membutuhkan pendekatan kolaboratif yang didukung bukti ilmiah. Hal tersebut sejalan dengan komitmen global Danone melalui program Danone Impact Journey yang berfokus pada pilar People, Health, dan Environment.

Menurutnya, penguatan talenta kesehatan merupakan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sebagai perusahaan berbasis riset di bidang nutrisi dan kesehatan, Danone meyakini bahwa pengembangan SDM kesehatan memerlukan kerja sama erat antara dunia pendidikan dan industri.

Program praktik kerja ini, lanjutnya, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam riset, kegiatan skrining kesehatan, serta berbagai program pengembangan masyarakat berbasis sains yang dijalankan perusahaan.

“Kami berharap pengalaman ini dapat memperluas perspektif mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menjadi nutrisionis yang kompeten dan mampu menghadirkan solusi berbasis bukti yang relevan bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Melbourne City vs Buriram United Hari Ini: Duel Sengit di AAMI Park, Gol Cepat Bisa Ubah Strategi

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis IPB University, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, menilai kerja sama tersebut sebagai bentuk sinergi strategis dalam memperkuat kompetensi nutrisionis, khususnya pada aspek promosi kesehatan.

Ia menambahkan, peran nutrisionis ke depan tidak hanya terbatas pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi masyarakat melalui berbagai pendekatan komunikasi, termasuk pemanfaatan platform digital.

“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi nutrisionis yang adaptif, komunikatif, serta mampu menyampaikan informasi gizi secara tepat dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” pungkasnya.(faj)

Editor : Eka Rahmawati
#ipb #kesehatan #Danone #sdm