RADAR BOGOR - Batik Kemang merupakan salah satu busana khas Kabupaten Bogor yang memiliki cita rasa seni yang tinggi dan sarat akan kearifan lokal.
Ternyata di balik semakin populernya Batik Kemang, ada campur tangan dari Universitas Pakuan (Unpak), melalui Program Studi Ilmu Komputer (Prodi Ilkom) Sekolah Pascasarjana. Warisan budaya nusantara bisa dikelola dengan teknologi canggih.
Mengusung konsep Smart Village, Prodi Ilkom memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI dalam mengelola Batik Kemang. Dengan kampung percontohan di Desa Parakan Jaya, Tegal dan Atang Sendjaja.
Inovasi sudah dipakai terhadap Smart Village yang di hilirisasi adalah membuat game berbasis AI dan alat instalasi pengolahan air limbah batik.
Ada edugame hasil karya Prodi Ilkom dan pengolahan air limbah dikelola dengan alat khusus dan dapat dikontrol melalui ponsel. “Keunggulan kami fokus pengelolaan AI dan enterprise system dengan menggabungkan bidang hukum, pendidikan, sosial, ekonomi dan lingkungan,” ujar Ketua Prodi Ilkom Sekolah Pascasarjana Unpak, Eneng Tita Tosida kepada Radar Bogor, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan jika Kampung Batik Kemang lintas disiplin ilmu dilibatkan. Khusus untuk untuk Sekolah Pascasarjana Unpak, seluruh prodi bisa ikut sesuai kompetensi masing-masing untuk membangun inovasi yang diarahkan menjadi Smart Village. “Salah satu hasil inovasi lain adalah batik khas Kemang yang jadi seragam resmi desa dan kecamatan dengan desain tematik,” imbuhnya.
“Kami juga memiliki hak cipta atas Batik Kemang. Jadi tidak bisa sembarangan digunakan. Kalau ada yang mirip, bisa kami ambil upaya hukum,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, kata Eneng, Prodi Ilkom Sekolah Pascasarjana Unpak akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk membentuk Smart Village lebih luas lagi. Ini merupakan pengakuan atas upaya dan kerja keras jajarannya dalam mengembangkan potensi desa-desa di Kemang.
“Kearifan lokal berpadu dengan AI. Tidak dihilangkan tapi memperkuat. Kami sudah siapkan inovasi bagaimana batik bukan hanya cuma busana tinggal pakai saja. Tapi ada muatan sejarahnya. Tinggal pakai ponsel untuk scan, nanti muncul asal usul dan daerah asalnya. Dashboard sudah ada, “ tukasnya.(rur)
Editor : Eka Rahmawati