RADAR BOGOR – Ratusan siswa Perguruan Birrul Waalidain Bogor mengikuti kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan yang digelar selama sepekan.
Kegiatan Sanla tBirrul Waalidain tersebut berkolaborasi dengan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Bogor.
Sanlat yang dimulai pada Senin-Jumat (9-13 Maret 2026) itu diikuti siswa dari tingkat TK, SD hingga SMP Birrul Waalidain.
Para siswa mendapatkan berbagai pembelajaran mulai dari ibadah, tahsin dan tahfiz Al-Qur’an hingga praktik bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Kepala Yayasan Perguruan Birrul Waalidain Bogor, Ustadz Memed Jalaludin mengatakan, program Sanlat merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Ramadan dan wajib diikuti seluruh siswa.
“Setiap tahun memang ada Sanlat dan seluruh siswa Birrul Waalidain diwajibkan mengikuti. Ini sudah menjadi program utama di bulan Ramadan,” ujarnya.
Namun pada tahun ini pelaksanaan Sanlat terasa berbeda karena untuk pertama kalinya pihak sekolah bekerja sama dengan alumni Gontor. Ia pun terjun langsung mengawal kegiatan tersebut agar pelaksanaannya berjalan optimal.
“Ini perdana kita bekerja sama dengan lembaga besar, yaitu Gontor. Tujuannya supaya pelaksanaannya lebih baik dari yang biasa-biasanya,” jelasnya.
Menurut Memed, rangkaian kegiatan Sanlat dimulai sejak pagi hari. Para siswa terlebih dahulu mengikuti kegiatan ibadah dan pembelajaran Al-Qur’an di masjid sebelum melanjutkan kegiatan di kelas.
“Program pagi dimulai pukul 07.00 sampai 09.00, diawali dengan shalat duha, tilawah Al-Qur’an, tahsin, tahfiz, serta pembelajaran Tamyiz atau metode cepat menerjemahkan Al-Qur’an,” terangnya.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris yang dipandu langsung oleh para alumni Gontor.
Penasehat IKPM Cabang Bogor, Ustadz Ahmad Tavid Budiman menjelaskan, kegiatan Sanlat tahun ini mengusung jargon 'Seminggu Menjadi Santri.
Program tersebut dilaksanakan selama tujuh hari dengan melibatkan 16 alumni Gontor angkatan 2025 sebagai panitia sekaligus pengajar.
“Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi alumni muda Gontor untuk mengasah kemampuan mengajar sekaligus menguatkan materi yang mereka dapatkan selama belajar di pondok,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan nilai positif bagi para siswa, terutama dalam pembentukan karakter dan akhlak generasi muda. Selain itu juga menguatkan peran alumni Gontor di masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini bisa memberikan sibghah atau warna bagi putra-putri kita, agar generasi Z ini semakin kuat etika, akhlak kepada orang tua, serta ibadahnya,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Sanlat, Aisyah Nurhalizah menyebutkan, peserta kegiatan berasal dari seluruh siswa di lingkungan Perguruan Birrul Waalidain.
Untuk tingkat SMP tercatat sekitar 94 siswa, sedangkan tingkat SD dari Birrul Waalidain 1 dan Birrul Waalidain 2 mencapai sekitar 300 siswa.
“Untuk siswa SD kita mulai dari pengenalan mufrodat atau kosakata dan dialog pendek. Sedangkan siswa SMP sudah mulai praktik percakapan sehari-hari atau hiwar, misalnya percakapan di pasar atau di sekolah,” jelasnya.
Kegiatan Sanlat ini dijadwalkan ditutup dengan pentas seni yang menampilkan penampilan siswa dari masing-masing jenjang pendidikan. (uma)
Editor : Yosep Awaludin