RADAR BOGOR – Sebanyak 304 Ketua OSIS dan ROHIS dari 162 SMA/SMK/MA di wilayah Jabodetabek menyatakan komitmen kuat untuk menjauhi berbagai perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba, bentrokan antar pelajar, hingga praktik game online terlarang.
Komitmen tersebut disampaikan para Ketua OSIS dalam kegiatan Ramadhan Leadership Summit (RLS) 2026 yang digelar oleh UIKA Bogor.
Deklarasi tersebut dibacakan oleh para Ketua OSIS dalam sesi penutupan kegiatan melalui Ikrar Alumni Ramadhan Leadership Summit, yang menjadi momen refleksi sekaligus penguatan nilai kepemimpinan bagi para peserta setelah mengikuti rangkaian program pembinaan selama tiga hari.
Dalam ikrar bersama tersebut, para Ketua OSIS menyatakan tekad untuk menjadi generasi muda yang beriman, berilmu, serta memiliki akhlak mulia.
Mereka juga berkomitmen untuk terus mengembangkan diri, menambah wawasan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan masyarakat.
Selain itu, para peserta menyatakan kesiapan untuk menjadi pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, serta mampu menghadirkan perubahan yang lebih baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Komitmen tersebut mencerminkan kesadaran para pemimpin pelajar terhadap berbagai tantangan sosial yang saat ini dihadapi generasi muda.
Penyalahgunaan narkoba, konflik antar pelajar, hingga kecanduan game online ilegal dinilai sebagai persoalan serius yang dapat merusak masa depan jika tidak dicegah sejak dini.
Melalui deklarasi ini, para Ketua OSIS tidak hanya berjanji untuk menghindari perilaku negatif secara pribadi, tetapi juga siap berperan sebagai agen perubahan di sekolah masing-masing.
Mereka bersepakat untuk mengajak teman-temannya membangun budaya sekolah yang sehat, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan produktif.
Dalam ikrar yang dibacakan secara bersama-sama tersebut, para peserta juga menegaskan komitmen untuk menghormati serta membanggakan kedua orang tua.
Sekaligus menjaga nilai-nilai yang telah mereka peroleh selama mengikuti Ramadhan Leadership Summit sebagai bekal perjalanan hidup mereka.
Pembina sekaligus penanggung jawab kegiatan, Nurdin Al-Azies, menjelaskan bahwa pembacaan ikrar tersebut merupakan bagian penting dari proses pembinaan kepemimpinan yang diberikan kepada para peserta.
Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola organisasi di sekolah, tetapi juga mencakup keteladanan sikap serta tanggung jawab moral sebagai generasi muda.
Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kepemimpinan, tetapi juga mampu membawa pulang nilai-nilai positif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.
“Melalui komitmen ini kami berharap para ketua OSIS mampu menjadi teladan bagi teman-temannya. Mereka diharapkan dapat mengajak lingkungan sekolah untuk menjauhi perilaku negatif dan bersama-sama membangun budaya yang lebih positif,” ujarnya.
Ramadhan Leadership Summit merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Universitas Ibn Khaldun Bogor setiap bulan Ramadhan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, visioner, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, UIKA Bogor berharap para ketua OSIS yang mengikuti program ini dapat menjadi role model di sekolah masing-masing sekaligus menjadi generasi pemimpin yang mampu membawa perubahan menuju masyarakat yang lebih baik. (***)
Editor : Yosep Awaludin