RADAR BOGOR - Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Dasar (Pendas) Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan (Unpak) terus menunjukkan perkembangan yang sangat membanggakan sejak resmi berdiri pada tahun 2022.
Kehadiran prodi ini menjadi wujud komitmen institusi dalam menyiapkan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan dasar yang unggul, profesional, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua Prodi Pendas Sekolah Pascasarjana Unpak, Tustiyana Windiyani mengatakan, perkembangan kepercayaan masyarakat tercermin dari peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan setiap tahun.
“Pada angkatan pertama tahun 2022 tercatat 12 mahasiswa, meningkat menjadi 20 mahasiswa pada 2023, bertambah menjadi 39 mahasiswa pada 2024, dan pada tahun 2025 mencapai 68 mahasiswa. Tren ini menunjukkan bahwa Program Studi semakin dipercaya sebagai pilihan utama untuk melanjutkan studi di bidang pendidikan dasar,” ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 9 Maret 2026.
Dari sisi mutu kelembagaan, sambungnya, Prodi Pendas juga berhasil meningkatkan peringkat akreditasi dari kategori ‘Baik’ menjadi ‘Baik Sekali’. Capaian ini menjadi indikator kuat atas peningkatan kualitas tata kelola program studi, mutu pembelajaran, layanan akademik, serta produktivitas tridarma perguruan tinggi.
Windi-sapaan karibnya-menjelaskan, sebagai program magister yang berorientasi pada keunggulan dan inovasi, Prodi Pendas memiliki sejumlah kekuatan utama.
Di antaranya sistem perkuliahan hybrid yang fleksibel, fasilitas Laboratorium STEM untuk mendukung pembelajaran abad ke-21, dukungan dosen berkualifikasi profesor dan doktor yang kompeten di bidangnya, serta lokasi kampus yang strategis di pusat Kota Bogor.
Windi menjelaskan dalam bidang prestasi dan pengembangan akademik juga mencatat berbagai capaian membanggakan. Mahasiswa prodi berhasil meraih juara umum secara berturut-turut pada ajang Student Day.
“Ini merupakan program dari Sekolah Pascasarjana yang diselenggarakan setiap tahun, sebuah kompetisi akademik bergengsi yang diikuti oleh seluruh program studi di lingkungan Sekolah Pascasarjana.”
“Selain itu, kami juga menjadi pemenang Hibah Penelitian Fundamental serta Hibah PTM yang menunjukkan kapasitas riset dosen yang kuat dan produktif,” imbuhnya.
Aktivitas ilmiah, sambungnya, terus diperkuat melalui penyelenggaraan seminar nasional sebanyak dua kali. Serta pengembangan ekosistem akademik melalui pengelolaan prosiding ilmiah dan jurnal program studi yang saat ini dalam proses penerbitan.
Komitmen terhadap mutu akademik juga tercermin dari konsistensi Prodi dalam meluluskan mahasiswa tepat waktu pada setiap angkatan.
Dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, Prodi Pendas aktif melaksanakan program kemitraan masyarakat tingkat nasional serta menjalin kolaborasi pengabdian internasional.
“Penguatan kurikulum juga terus dilakukan melalui lokakarya yang melibatkan pakar pendidikan dasar, organisasi profesi seperti HDPGSDI, pengguna lulusan, mahasiswa, dan alumni agar kurikulum selalu relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan,” terang Windi.
Selain itu, Prodi Pendas secara berkelanjutan menyelenggarakan berbagai workshop dan pelatihan profesional. Seperti workshop implementasi kurikulum pendidikan dasar, inovasi pembelajaran digital, penelitian dan publikasi ilmiah, pelatihan pendidikan inklusi bagi guru, serta pelatihan STEM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Komitmen terhadap penguatan jejaring akademik juga diwujudkan melalui keaktifan Program Studi dalam berbagai asosiasi profesi, di antaranya Himpunan Dosen Guru Sekolah Dasar Indonesia (HDPGSDI) dan Asosiasi Dosen Pendidikan Dasar Indonesia (ADPENSI).
Prodi Pendas juga menjalin kerja sama di tingkat lokal, nasional, dan internasional untuk memperluas kolaborasi tridarma perguruan tinggi. Salah satu kolaborasi aktif dilakukan bersama Asosiasi Dosen Pengabdi Indonesia (ADPI) melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penguatan inovasi pendidikan berbasis kebutuhan komunitas, serta forum kolaborasi dosen pengabdi tingkat nasional.
“Dari kolaborasi tersebut, kami turut menorehkan prestasi membanggakan melalui penghargaan tingkat nasional yang diberikan kepada Ketua Program Studi sebagai Most Popular Lecturer: Outstanding Educator in Community Empowerment through Educational Innovation," ujar Windi.
Penghargaan tersebut menurutnya merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan, meningkatkan literasi digital, serta memberdayakan masyarakat melalui inovasi pendidikan berkelanjutan.
Ia berharap untuk ke depan, Prodi Pendas berkomitmen menjadi rujukan nasional dalam pengembangan pendidikan dasar berbasis riset dan inovasi, memperluas jejaring kerja sama internasional, menguatkan integrasi teknologi dan STEM dalam kurikulum, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi sekolah dan masyarakat.
“Seluruh langkah tersebut sejalan dengan visi Program Studi untuk menjadi pusat pengembangan pendidikan dasar yang unggul, mandiri, berkarakter, dan berorientasi Education for Sustainable Development di tingkat Asia,” tukasnya. (rur)
Editor : Eka Rahmawati