RADAR BOGOR – Universitas Tazkia menggelar webinar bertajuk Industri Media Berbasis Nilai: Menuju Dunia Bahagia, Akhirat Surga, Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Mahakarya Tazkia Films & Academy Series episode ketiga sekaligus lanjutan dari Bogor ICMI Islamic Festival 2026.
Webinar tersebut menghadirkan narasumber Harlan Bestari Bengardi, CEO PESTIGO sekaligus Komisaris AGRICON Group. Sementara sambutan pembuka disampaikan Wakil Rektor III Universitas Tazkia, Yaser Taufik Syamlan. Acara dipandu oleh Creative Director dan sutradara Reza B. Surianegara.
Kegiatan yang digelar secara daring tersebut terbuka bagi mahasiswa, praktisi media, kreator konten, akademisi, hingga masyarakat umum. Webinar ini bertujuan mendorong lahirnya industri media yang tidak hanya berorientasi pada konten hiburan, tetapi juga mengedepankan nilai edukasi, inspirasi, dan penguatan karakter.
Dalam paparannya, Harlan Bestari Bengardi menekankan kesuksesan tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses yang panjang. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan cepat yang kerap beredar di era digital.
“Segala sesuatu itu berproses. Tidak ada yang instan. Jika ingin sukses, kita harus siap menjalani proses tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, seseorang akan lebih mudah mencapai keberhasilan ketika memiliki tujuan hidup yang jelas. Menurutnya, arah hidup yang kuat akan menentukan langkah dan keputusan seseorang dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, Harlan juga menjelaskan manusia dibekali dua potensi utama, yakni akal dan kalbu. Akal digunakan untuk berpikir dan mengelola urusan dunia, sementara kalbu berkaitan dengan kesadaran spiritual serta pengabdian kepada Tuhan.
“Akal harus kita gunakan untuk belajar, bekerja, dan berkarya. Namun kalbu juga harus dijaga agar tetap bersih, karena kalbulah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Tazkia Yaser Taufik Syamlan mengatakan kampusnya berupaya menjadi penghubung dalam penguatan ekosistem literasi ekonomi dan media berbasis nilai.
Menurutnya, Universitas Tazkia secara rutin melakukan literasi keuangan syariah ke ratusan pesantren setiap tahun. Program tersebut bertujuan membekali generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Kami setiap tahun turun ke sekitar 200 hingga 300 pesantren untuk memberikan literasi keuangan syariah. Anak muda sekarang sangat digital, bahkan pembahasan tentang kripto sudah biasa di kalangan pelajar. Karena itu mereka perlu diarahkan agar tidak mudah tergiur dengan janji cepat kaya,” katanya.
Ia menambahkan, melalui program Mahakarya Tazkia, mahasiswa juga didorong untuk menghasilkan karya kreatif berbasis nilai, termasuk film pendek dan konten digital.
Menurutnya, media memiliki potensi besar sebagai sarana dakwah dan penyebaran nilai-nilai kebaikan di masyarakat.
“Banyak orang mendapatkan inspirasi bahkan hidayah dari konten di media sosial. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi kreator konten yang membawa pesan positif,” pungkasnya.(uma)
Editor : Eka Rahmawati